Hary Tanoe: Pengusaha Buka Lapangan Pekerjaan Itu Ibadah

Awaludin, Jurnalis · Sabtu 01 Juni 2013 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 01 320 816035 QoRQwaj3Qv.jpg CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Achmad Aris/Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo mengatakan, Indonesia tidak perlu lagi mengirimkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri untuk bekerja di negeri orang. Asalkan banyak pengusaha baru dan muda membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat yang pengangguran.

"Kita (Indonesia) pengekspor TKI terbesar didunia, mengekspor unskill. Kita tidak boleh terus menerus seperti ini, mereka dieskpor karena tidak ada pilihan," ujar Hary, di Seminar dan Workshop, Kewirausahaan Membangun SDM Yang Handal Berbasis Masjid oleh "Dewan Masjid Provinsi DKI Jakarta", di Jakarta, Sabtu (1/6/2013).

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pengusaha-pengusaha baru, agar dapat merekrut para pekerja yang handal.

"Bangsa kita membutuhkan pengusaha-pengusaha baru. Populasi pengusaha baru 0,2 persen, untuk menjadi bangsa besar butuh banyak pengusaha besar. Kita masih jauh di bawah dua persen itu minimum," lanjutnya.

Kata pria yang juga Bos MNC itu, pengusaha baru akan menghasilkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang menganggur.

"Salah satu permasalahan bangsa saat ini, karena lapangan kerja sedikit, dan banyak pengangguran. Lulusan S1 baru tujuh persen itu pun masih banyak yang masih belum kerja, kita sebagai bangsa harus bisa melihat ini, pengusaha bisa membuka lapangan kerja, itu ibadah," lanjutnya.

Menurutnya, lapangan pekerjaan difokuskan saja di Indonesia, kesempatan di Indonesia sangat besar dan hal itu harus disadari.

"Kalau kita dikasih kesempatan, kita malas, tidak disiplin, ya tidak akan mendapatkan apa-apa. Bahwa kita bersyukur Indonesia seharusnya bisa menjadi negara makmur, Indonesia diuntungkan jumlah penduduk dan diuntungkan 70 persen masih muda," pungkasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini