nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bill Gates & Bono "U2", Partner in Crime

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 07 Juni 2013 09:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 06 07 213 818486 jA2yBx8T65.jpg Bill Gates dan Bono “U2” berdiskusi di meja yang sama dalam event Forbes 400 Summit on Philanthropy. (Foto: Forbes)

ORANG terkaya di dunia, Bill Gates, dan rocker terbesar di dunia, Bono “U2”, berdiskusi di meja yang sama dalam event Forbes 400 Summit on Philanthropy. Pertemuan ini membahas bagaimana orang-orang kaya mewujudkan tujuan sosial secara bersama.

Bill Gates dan Bono yang merupakan salah satu dari 150 miliarder dermawan yang juga penerima penghargaan Nobel Perdamaian, memang sering bertukar pikiran untuk mencari jalan keluar dari sejumlah isu-isu sosial.

Seperti dilansir Forbes, Jumat (7/6/2013), Bono bercerita saat pertama berusaha menemui Bill Gates.

"Ini adalah cerita yang menarik, tapi bukan bermaksud menjelek-jelekan sahabat saya. Saya mengatakan kepada Paul Allen, 'maukah kau membantu saya untuk menemui Bill Gates?'. Paul adalah pria yang pemalu, tapi dia biasanya membalas e-mail saya. Lalu dia berhenti membalas e-mail. Saya sedikit kecewa dengan Paul. Saya berkata, 'itu bukan hal biasa Anda lakukan. Ini adalah satu-satunya hal di mana saya memohon bantuan Anda'. Saya tidak punya penjelasan, tentu dia menghubungi Bill, tapi mungkin Bill berkata, 'tidak, saya tidak mau bertemu dia, dia Sonny Bono'.”

Menanggapi hal tersebut, Bill pun menyatakan, "Saya memang menolaknya, saya tidak membuatnya menjadi prioritas."

Pada awal pertemuannya, Gates mengatakan, "Saya sangat takjub menyadari dia tahu apa yang dia bicarakan, dan memiliki komitmen yang nyata untuk membuat hal tersebut terealisasi. Itu adalah hal yang fenomenal. Setelah itu, kami menjadi partner in crime."

"Saya tidak bisa melakukan apa pun tanpa Gates Foundations. Kami tidak mungkin bisa," sambut Bono.

Bill Gates melakukan kegiatan sosial melalui Gates Foundations. Sementara Bono, melalui One and (RED), telah mengumpulkan sebesar USD207 juta untuk menyediakan obat AIDS.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini