ABM Investama Raih Kontrak USD428 Jt

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2013 09:42 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 13 278 821231 FZ94Z0abnI.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT ABM Investama Tbk (ABMM), melalui anak usahanya PT Cipta Kridatama (CK) menandatangani kontrak dengan PT Kaltim Jaya Bara (KJB). Kontrak tersebut senilai USD428 juta untuk lima tahun mendatang.

Presiden Direktur PT Cipta Kridatama (CK), Yovie Priadi mengungkapkan kontrak ini termasuk untuk pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal), penyewaan alat berat, dan pembangunan infrastruktur menuju ke lokasi pertambangan.

“Kontrak dengan KJB adalah pencapaian yang signifikan bagi CK, bukan hanya karena nilai kontraknya, namun juga karena sinergi dan prospek pengembangan jangka panjang yang dapat kami tumbuhkan bersama KJB," jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/6/2013).

Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan pengerjaan sejak sebelum proses persiapan penambangan (green field project) termasuk pembangunan hauling road sepanjang 30 kilometer dari lokasi pertambangan ke pelabuhan KJB.

"Proyek ini selaras dengan rencana CK di 2013 untuk mulai mengembangkan sayap bisnis tidak hanya sebagai penyedia jasa pertambangan, namun juga penyedia jasa konstruksi," imbuh dia.

Saat ini KJB memiliki cadangan batu bara berkalori 5.600 GAR (sub-bituminuous) dengan perkiraan life of mine lebih dari 10 tahun. KJB sudah memiliki kontrak jangka panjang dengan pembeli (off taker) sehingga dapat menjamin keberlangsungan produksi hingga penjualan produk KJB.

"Dengan pengalaman yang telah dimiliki Cipta Kridatama, kami yakin dapat menjalani proyek ini dengan baik dan menargetkan overburden removal di akhir proyek ini pada 2018 adalah sebesar 151,5 juta BCM," tutur dia.

Sementara itu, Presiden Direktur ABM Investama, Andi Djajanegara mengungkapkan, kontrak baru dengan KJB menunjukkan adanya kepercayaan pelaku industri kepada CK. Penandatanganan ini merupakan langkah yang sangat positif untuk pengembangan bisnis CK di masa yang akan datang.

"ABM meyakini langkah diversifikasi lini bisnis yang dilakukan CK dapat memperkuat kinerja anak usaha, sekaligus mendukung ABM untuk terus maju di industri energi," ujar dia.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini