nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saham Humpuss Masih Dibekukan BEI

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2013 15:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 06 27 278 828534 ntFHPYVD5E.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Manajemen PT Bursa Efek Indonesia belum berencana membuka suspensi saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS). Pasalnya pihak BEI masih menunggu keputusan perseroan terkait opini tidak memberikan pendapat (disclaimer) selama dua kali berturut-turut dari akuntan publik.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, pihak BEI masih menunggu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan perseroan. Selain itu pihak bursa masih menunggu keterbukaan dari dari hasil RUPS tersebut.

"Mereka harus menyelesaikan proses hukumnya dahulu, kasih keterbukaan jelas, karena disclaimer ini susah," jelasnya di Gedung BEI Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Sementara itu, Direktur Utama HITS, Theo Lekatompessy di tempat terpisah mengatakan, pihaknya saat ini berusaha agar sahamnya bisa diperdagangkan kembali. Namun perseroan menyerahkan keputusan tentang suspensi kepada pihak BEI.

"Kami sudah menjelaskan ke pihak BEI terkait disclaimer, tapi apakah sudah layak atau belum tergantung dari regulator, kalau menurut bursa sudah bisa dibuka, kalau setengah bagus dibuka di pasar negosiasi," ujar dia.

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan efek HITS. Suspensi ini merujuk pada penyampaian iklan Laporan Keuangan Tahun 2012 HITS pada 21 Mei 2013, serta adanya opini tidak memberikan pendapat (disclaimer) selama dua kali berturut-turut dari kantor akuntan publik.

Suspensi dilakukan BEI terhadap perdagangan efek Humpuss di seluruh pasar sejak sesi II dimulai pada hari Selasa, 21 Mei 2013. BEI saat ini sedang meminta penjelasan lebih lanjut kepada Humpuss. Suspensi akan dihentikan hingga pengumuman BEI selanjutnya.

Sebelumnya BEI juga melakukan suspensi perdagangan efek Humpuss pada Senin, 8 Oktober 2012. Suspensi ini terkait dengan adanya permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) untuk perseroan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini