Share

Koperasi Perumahan Indonesia Masih Tertinggal

Nur Januarita Benu, Okezone · Kamis 27 Juni 2013 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 27 471 828705 0o0bsG5uOE.jpg Ilustrasi, Sumber: olx.co.id

JAKARTA - Untuk memenuhi kebutuhan perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) perlu adanya dukungan dari koperasi perumahan. Kementerian Perumahan Rakyat bersama dengan Masyarakat Peduli Perumahan dan Permukiman Indonesia (MP3I) mengadakan seminar pengembangan koperasi perumahan.

Ketua Masyarakat Peduli Perumahan dan Permukiman Indonesia (MP3I) Noer Soetrisno mengatakan, total koperasi yang ada di seluruh Indonesia hingga 2012 sebanyak 194.295 unit. Sementara koperasi perumahan jumlahnya hanya 18 unit.

"Dari 18 koperasi perumahan saat ini, satu koperasi bisa menjual 300 unit per tahun. Total volume usaha mereka Rp56,4 miliar dalam satu tahun," ujar Noer di kantor Kementerian Perumahan Rakyat, Jakarta (27/6/2013).

Menurutnya, koperasi perumahan menjadi peluang besar dalam mendukung pemenuhan rumah bagi MBR. Dengan lahirnya UU No 17 Tahun 2012 tentang Koperasi akan membuka jalan baru kemandirian pembiayaan perumahan. "Koperasi juga menjadi wahana untuk mengagregasi (mengumpulkan) pekerja informal untuk bisa bankable saat mengajukan kredit ke bank," ujarnya.

Dia menjelaskan, modalitas perumahan mulai didorong melalui mekanisme keanggotaan koperasi perumahan berbentuk 'housing provident fund' yang ditargetkan mampu memenuhi penyediaan rumah bagi anggotanya dengan skema sewa beli.

Sementara Akademisi Universitas Indonesia (UI) bidang Pengelolaan Tanah dan Ruang Perkotaan, Aca Sugandhy  menambahkan, koperasi perumahan telah banyak diimplementasikan oleh berbagai negara di dunia.

"Malaysia salah satu contohnya yang koperasi perumahannya maju sejak  1974. Di Eropa, ada Jerman dan Belanda. Sedangkan di Amerika Serikat juga sudah sangat lama dibentuk koperasi perumahan dari negara bagian sampai ke distrik," paparnya.

(nia)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini