Pajak UKM, Bukan Karena Harga BBM Naik

Dina Mirayanti Hutauruk, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2013 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 02 20 830681 VdYxA6NtPD.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mulai menerapkan pajak sebesar 1 persen bagi Usaha Kecil Menegah (UKM). Pengenaan pajak tersebut, mulai diterapkan pada awal Juli kemarin.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mendukung pengenaan pajak terhadap UKM sebesar 1 persen. Menurutnya, dengan dikenakan pajak, maka UKM akan memberikan dukungan bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

"Membayar pajak kan kewajiban seluruh bangsa. Selama memenuhi syarat pendapatannya sekian, ya untuk bayar pajak wajar selama pajak digunakan untuk hal yang benar," kata Jusuf Kalla di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Dia menilai pengusaha yang wajib dikenakan pajak sebesar 1 persen pada masa pemerintahannya, sudah masuk dalam golongan pengusaha kelas menengah.

"Kalau omzet Rp4,8 miliar, itu kan berarti Rp400 juta per bulan, berarti omzetnya Rp15 juta per hari. Saya nilai bukan lagi usaha kecil itu, kalau Rp15 juta penjualan masak usaha kecil? Zaman dulu sudah usaha menengah sebenarnya," kata dia.

Dia mengatakan, penerapan pajak pada UKM tersebut bukan merupakan rangkaian kebijakan untuk memperketat kebijakan dalam mendukung dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi. "UKM enggak ada kaitannya dengan kenaikan BBM, jadi jangan dikait-kaitkan," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini