Total E&P Pesimistis Ngebor di Tanah Papua

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2013 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 10 19 834992 RVmTKYoEKw.jpg (Ilustrasi: Reuters)

JAKARTA - Total E&P Indonesia menyatakan potensi kandungan minyak dan gas bumi (migas) pasca eksplorasi Sumur Anggrek Hitam (Black Orchid Well/BOW) di Blok South West Birdhead (SWB), Sorong, Papua hingga kini belum bisa memastikan.

"Progres di South West Papua, progresnya masih ngebor cuma belum ketahuan hasilnya. Potensinya secara gambaran umum propability maksimal 10 persen," ungkap Vice President Resources Communications and General Services Total, Arividya Noviyanto di Kantor Total E&P Indonesie, Gedung WTC II, Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Dia menambahkan, di sana ada satu sumur, namun dalam dua bulan ini diketahui hasilnya sejak 27 Juni lalu. Saat ini, sumur tersebut masih intensif melakukan pengeboran guna mengetahui cadangan migas yang berada di sumur tersebut.

"Investasinya per sumur USD40 juta. Kalau kosong hilang duitnya. Tapi kami masih terus intensifikan untuk melakukan pengeboran," ucap dia.

Menurut Arividya, potensi cadangan pascaeksplorasi akan diketahui dua bulan ke depan. Namun, pihaknya mengaku pesimistis dengan eksplorasi yang dilakukan, mengingat secara umum kegiatan operasi migas di Indonesia cukup sulit.

"Yakinnya maksimum hanya 20 persen sementara 80 persen kita pesimistis. Memang kalau dipandang secara umum kegiatan operasi migas di Indonesia sangat sulit," tandasnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini