Total E&P Tawarkan Perubahan Komposisi Saham Mahakam

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 12 Juli 2013 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 12 19 836023 SvpmU2S9vZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Total E&P Indonesie menawarkan komposisi perubahan saham dalam pengelolaan blok Mahakam pada Pertamina. Perubahan komposisi saham ini, dilakukan setelah pengelolaannya habis pada 2017.

"Wakil Presiden Senior Total E&P Asia Pacific, induk Total E&P Indonesie, Jean-Marie Gullermo menawarkan 30 persen saham Mahakam kepada PT Pertamina (Persero) pasca-2017 berakhir," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM) Jero Wacik di kantornya, Jakarta, Jumat (12/7/2013).

Jero menkelaskan, saham itu ditawarkan dalam masa transisi selama lima tahun, yakni pada 2017-2022, yang diajukan oleh pihak Total E&P Indonesie. "Saham 30 persen berasal dari 15 persen Total selaku operator Mahakam, dan 15 persen dari mitranya, Inpex Corporation," katanya.

Menurut Jero, dengan skenario tersebut saham Mahakam, pasca-2017 terbagi menjadi 35 persen Total, dari sebelumnya 50 persen, sementara Inpeks menjadi 35 persen dari semula 50 persen, dan 30 persen sisanya yakni Pertamina. "Selama masa transisi, Total akan mentransfer pengetahuan, pengalaman, dan teknologi, sehingga produksi tidak terganggu," ucapnya.

Jero mengungkapkan, setelah transisi lima tahun, Total menyerahkan kelanjutan Mahakam kepada pemerintah Indonesia, apakah masih bisa berpartisipasi atau tidak.

"Total menilai bila investasi dihentikan, maka produksi Mahakam akan turun drastis. Saat ini, produksi gas mencapai 1.700-1.800 juta kaki kubik per hari (MMSCFD)," tutur Jero.

    

Dengan investasi sesuai yang direncanakan, maka produksi akhir 2017 akan turun alamiah menjadi 1.100-1.200 MMSCFD. Namun, bila investasi diturunkan, maka produksi hanya 500-800 MMSCFD.

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini