nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Saksi Kunci" Skandal Pajak Asian Agri Group

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2013 17:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 07 16 320 837891 X3l7BuSdoF.jpg ilustrasi: (foto: Okezone)

JAKARTA - Skandal penyelewengan pajak PT Asian Agri Group yang dilakukan pada 2002 hingga 2005 akhirnya dirampungkan sebuah catatan panjang yang dibukukan dengan judul "Saksi Kunci".

Buku setebal 450 halaman ini menceritakan beberapa topik besar dalam kasus penyelewengan pajak tahun 2002-2005 oleh PT Asian Agri Group, pembobolan uang perusahaan, serta kasus indikasi manipulasi pajak dan berbagai persoalan.

"Seperti puzzle, potongan demi potongan haruslah disusun dengan tepat untuk menghasilkan bentuk yang utuh dan sempurna, saat menginvestigasi kasus penyelewengan pajak Asian Agri Group. Lewat proses yang panjang dan berliku, bahkan memakan waktu tidak kurang dari enam tahun," ungkap penulis buku "Saksi Kunci" Kisah Nyata Perburuan Vincent, Pembocor Rahasia Pajak Asian Agri Group, Metta Dharmasaputra, di Galeri Salihara, Jalan Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Awal kasus kejahatan pajak PT Asian Agri ini terungkap berkat nyanyian nyaring dari Vincentius Amin Sutanto mantan top executive PT Asian Agri Group dengan jabatan Group Financial Contoller. Vincent menjadi justice dalam mengungkap kejahatan pajak bekas perusahaannya.

Pertemuan awal Vincent dan Metta terjadi di Singapura, ayah 3 anak ini menyerah dengan situasi yang menimpanya takut apabila kembali ke Indonesia, nyawanya akan "habis".

"Sempat terlontar bahwa Vincent hendak bunuh diri atau menyerahkan diri kepada kepolisian Singapura atas kasus Vincent yang menimpanya, namun saya berusaha meyakinkan beliau agar tidak melakukan tindakan bunuh diri akan tetapi kembali ke Indonesia di bawah naungan KPK dan membeberkan tindakan pengemplangan pajak oleh perusahaannya melalui operasi intelijen," papar Metta.

Metta menambahkan, sekembalinya Vincent ke Indonesia ternyata operasi tersebut terendus oleh pihak kepolisian, KPK yang berniat melindungi Vincent tidak dapat berbuat apa-apa.

"Karena kasus yang dialami Vincent bukanlah kasus korupsi, namun karena lebih terkait dengan tindak pidana di bidang perpajakan maka penanganan kasus tersebut dilakukan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan," pungkas Metta. (wan)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini