Share

Hatta: Kasihan yang Belum Punya Rumah

Dina Mirayanti Hutauruk, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2013 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 17 471 838376 YDm7lwydyK.jpg Menko Ekonomi Hatta Rajasa. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui ada pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang sangat pesat sehingga mencegah terjadinya bubble di sektor properti. Maka BI akan mengatur Loan to Value (LTV) atau uang muka kredit rumah.

Menteri Koordinator Bidang perekonomian Hatta Rajasa menilai langkah yang akan ditempuh BI tersebut sangat bagus agar jangan sampai terjadi spekulasi pada properti.

"Properti ini penting dijaga, jangan sampai menimbulkan spekulasi," Kata Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Dia mengatakan, jika spekulasi terjadi maka masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama akan kehilangan peluang karena ada orang yang membeli rumah bahkan lebih dari lima orang.

"Mereka kehilangan peluang karena ada orang yang membeli rumah kelima, keenam, kedelapan. Bahkan sampai ke-12. Itu omongan koran lho, bukan saya mau ngawur ngomong," ujar Hatta.

Oleh sebab itulah, menurut Hatta kredit KPR perlu diatur dan jangan dibiarkan pada mekanisme pasar. "Kalau dibiarkan mekanisme pasar begitu saja, bubble, spekulasi kemana-mana akhirnya punya rumah tapi tak ada penghuninya, kasihan yang belum punya rumah." tandasnya.

(NJB)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini