Share

BNI Syariah Klaim 80% KPR-nya untuk Rumah Pertama

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2013 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 17 471 838411 uteAmzo373.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT BNI Syariah mengatakan, kenaikan Loan to value ratio (LTV) atau pengetatan pemberian KPR hanya akan berdampak sedikit kecil bagi pihaknya.

"Alhamdullillah, hampir 80 persen pembiayaan di first house atau rumah pertama. Jadi enggak berdampak banyak," ujar Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano saat dijumpai di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Dinno mengatakan, pembelian melalui KPR untuk rumah kedua dan ketiga diakuinya memang sepi. Hanya saja, dia mengkhawatirkan hal tersebut akan berpengaruh ke penyaluran pembiayaannya yang melambat.

"Target financing pasti harus dinaikan, walaupun kita tahu kenaikan suku bunga berpengaruh, dan dikhawatirkan akan ada perlambatan pembiayaan," ujar Dinno.

Akan tetapi, lanjut Dinno, selama pasar lebih melihat hanya rumah pertama, dirinya yakin akan membaik. "Dan saya yakin kebutuhan first house itu masih banyak," ujarnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini