nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Susul Amerika, China Diyakini Jadi Negara Ekonomi Terbesar

Dina Mirayanti Hutauruk, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2013 03:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 07 18 213 839089 JGlacflOvP.jpg Ilustrasi. (Foto: The Atlantic)

CHINA - Sebagian besar masyarakat dunia percaya, China akan menyalib Amerika Serikat (AS) sebagai pemimpin ekonomi di dunia. Meskipun secara luas, saat ini AS masih bertengger di posisi atas.

Pusat Penelitian Pew Research Center mengungkapkan, sejak krisis keuangan tahun 2008, persepsi keseimbangan kekuatan ekonomi telah berubah. Di mana saat ini beberapa sekutu terdekat AS merasa China bergerak maju.

"Sebagian besar masyarakat Eropa berpandangan bahwa China akhirnya akan mengalahkan AS sebagai negara adidaya terkemuka. Dan ini merupakan paNdangan  mayoritas atau pluralitas lima dari tujuh negara Amerika Latin yang disurvei," kata Direktur Pendiri Pew Research Center, Andrew Kohut seperti dikutip dari CNBC, Kamis (18/7/13).

Kohut mengatakan, pandangan yang mengakui bahwa China memiliki ekonomi terkemuka terutama terlihat di sejumlah sekutu terdekat AS di Eropa Barat, seperti Inggris. Sekitar 53 persen penduduk Inggris mengatakan China adalah ekonomi terbesar saat ini, dan hanya 33 persen yang masih menyebutkan AS.

Dia melanjutkan, sekitar enam dari sepuluh penduduk Jerman juga berpandangan bahwa China menempati posisi teratas sebagai pemimpin ekonomi global dan hanya 19 persen yang memilih AS.

Bahkan kata Kohut, masyarakat China sendiri juga yakin pendakian mereka menuju puncak kekuatan ekonomi global telah berhasil. Sekitar 47 persen penduduk China percaya bahwa negara mereka sudah atau suatu hari nanti akan menggantikan AS sebagai Negeri Adidaya dunia. "Dan 47 persen mengatakan ini tidak akan pernah terjadi,” katanya.

Sementara, di AS sendiri sejak tahun 2008 sudah terjadi pergeseran pandangan. Di mana 36 persen mengatakan China akan menjadi kekuatan global teratas dan hanya 54 persen percaya itu tidak akan pernah terjadi.

Namun, meskipun terjadi persepsi pergeseran kekuasaan, Kohut mengatakan citra Amerika sebagai bangsa yang positif dan menghormati kebebasan masih tetap kuat. Dia mengatakan berdasarkan survei yang telah dilakukan di beberapa negara, 70 persen mengatakan pemerintah Amerika menghormati kebebasan pribadi rakyatnya. Sebaliknya, beberapa percaya bahwa pemerintah China menghormati kebebasan warganya.

"Salah satu tantangan besar bagi citra global China adalah bahwa beberapa percaya bahwa pemerintah China menghormati kebebasan pribadi rakyatnya. Dalam hanya 11 negara dalam survei dilakukan setidaknya setengah menganut pandangan ini. Sebaliknya, mayoritas atau kemajemukan di 37 dari 39 negara percaya pemerintah Amerika menghormati kebebasan individu warganya," kata Kohut.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini