Berawal dari Twitter, 1.500 Orang Sudah Gabung Ustad YM

Iwan Supriyatna, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2013 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 23 457 841113 5ffGnVS6g9.jpg Ustadz Yusuf Mansur (Foto: Doc Okezone)

JAKARTA - Lahan kosong di dekat Bandara Soekarno-Hatta umumnya hanyalah isapan jempol belaka. Pasalnya lahan di sekitar bandara telah dipadati rumah penduduk dan juga lahannya sebagian besar dimiliki negara.

Ustadz Yusuf Mansur yang berkeinginan mendirikan pesantren, apartemen untuk wali santri, sebelumnya berkeinginan untuk membangunnya di Sentul, Bogor. Namun, ketika dikenalkan ibunya kepada seseorang yang ingin berinvestasi di bidang properti menyebutkan, ada lahan dekat Bandara Soekarno-Hatta. Hal tersebut sontak membuat kaget Yusuf Mansur yang tengah mengebu-gebu ingin berbisnis didekat bandara.

Masih tidak percaya mengenai lahan yang bisa dibangun hotel di dekat bandara, Ustadz Yusuf Mansur pun meminta untuk dijelaskan lebih detail. "Pas saya diajak melihat , ternyata betul, ada lahan di dekat bandara, lima menit dari bandara," ujar ustadz Yusuf Mansur dikutip dari situs Wisatahati, Selasa (23/7/2013).

Ustadz Yusuf Mansur pun langsung melihat dan menyanggupi untuk mencover keinginannya dan temannya tersebut untuk mendirikan hotel, pesantren maupun kondotel. “Orang yang tadinya hanya meminta doa untuk terlepas dari riba, tidak hanya didoakan melainkan langsung ditakeover oleh Yusuf Mansur. "Enggak usah didoain, ane takeover aja," tuturnya.

Semula rencananya pendanaan tersebut ingin mengandalkan bank, namun Yusuf Mansur meyakinkan untuk tidak mengandalkan bank. Karena menurutnya bank itu hanya sekumpulan orang-orang yang menaruh uang di bank tersebut tanpa memikirkan riba atau tidak riba.

Yusuf Mansur mengaku untuk tahap awal jangka pendek dirinya membutuhkan pendanaan sebesar Rp1 sampai Rp2 miliar. Setelah dirinya menyampaikan keinginannya tersebut, kemudian Yusuf Mansur memublikasikannya via jejaring sosial Twitter.

Bertuliskan "Siapa yang mau usaha bareng saya", respon yang didapatnya pun cukup besar. Namun ketika dukungannya semakin membesar justru sang Ustadz merasa kebingungan akan dibawa kemana dana-dana yang telah terkumpul ke rekeningnya.

"Saya twitt ‘siapa yang mau usaha bareng saya’ tapi ketika orang bertanya mau usaha apa, justru saya bingung mau usaha apa yang terpenting ikut saja dulu," ucapnya.

Lebih dari 1.500 orang telah mengikuti investasi Usaha Patungan tersebut dengan nilai nominal masing masing investor sekira Rp1 juta per orang. "1.500 orang ikut Rp1 juta per orang ikut tanpa saya tahu. Saya enggak tahu tapi ini duit sudah ada di saya," katanya.

Lalu bagaimana kelanjutannya? Ikuti berita selanjutnya di Okezone.com. (wan)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini