Ini Mimpi Spektakuler Ustadz YM

Iwan Supriyatna, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2013 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 23 457 841174 tiEq9cvYEy.jpg Ustadz Yusuf Mansur (Foto: Doc Okezone)

JAKARTA - Mimpi seorang ustadz Yusuf Mansur ini terbilang cukup fantastis. Bagaimana tidak, ustadz yang akrab dipanggil ustadz YM ini berkeinginan pergi ke Negara Adidaya, Amerika Serikat (AS).

Untuk sebagian kalangan bepergian ke Amerika Serikat menjadi hal yang biasa saja. Tetapi menjadi tidak biasa ketika seorang Ustadz berencana ke negeri Paman Sam tersebut untuk membeli pesawat.

"Proyek patungan selanjutnya yakni, akhir Desember pergi ke Amerika untuk melihat pabrik pesawat untuk membeli pesawat bombardier," ujar Ustadz Yusuf Mansur dikutip dari situs Wisatahati, Selasa (23/7/2013).

Melihat banyaknya animo masyarakat terhadap patungan usaha Yusuf Mansur, kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan beberapa waktu lalu, dirinya pernah mewacanakannya kepada Ustadz YM. Bagaimana dana umat di Patungan Usaha ini dibuat modal sebagai membeli sebuah perusahaan. Akan tetapi, harus mengubah sistemnya terlebih dahulu, di mana dengan sistem investasi yang baik adalah yang dapat dimiliki oleh publik.

"Semua ini ditutup saja, digabung menjadi satu, kepada publik. Misalnya ayo pak kita beli saja Merpati agar Merpati itu tidak pailit. Atau tidak ayo pak kita membuat bank syariah, kan sudah ada Muamalat, tapi kan sahamnya dikuasain asing, 80 persen. Yuk pak kita beli rame-rame 80 persennya itu," tutur Dahlan.

Dengan begitu, Dahlan mengakui telah membuat tim untuk mengkaji perihal masalah potensi untuk membeli bank syariah yang notabene sahamnya 80 persen dimiliki oleh asing. Jika hasilnya tidak bisa, maka ada opsi dari Ustadz YM, yaitu membeli Bank Mutiara untuk dijadikan bank syariah Indonesia.

"Lalu membuat bank syariah Indonesia, dengan bank yang sudah ada yaitu Bank Mutiara, yang nantinya dijadiin bank syariah. Saya punya tim yang nanti menilai apakah itu mempunyai manfaat yang besar, returnnya tidak kecil, risikonya kecil," tutup Dahlan. (wan)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini