Perum PFN di Nahkodai Seorang Srikandi

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2013 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 30 320 844886 VkCu2uznEp.jpg Menteri BUMN Dahlan Iskan

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui perusahaan Perum Produksi Film Negara (PFN) terancam dilikuidasi karena buruknya kinerja perusahaan. Akan tetapi, sebelum likuidasi dilakukan, Perum PFN diberikan kesempatan agar membenahi kinerja perusahaannya.

Selain itu, kata Dahlan, Perum PFN saat ini telah memiliki pemimpin atau Direktur Utama yang baru. Mantan Dirut PLN ini menuturkan pemimpin Perum PFN saat ini masih muda dan merupakan orang yang berasal dari dunia perfilman.

"Sebelumnya wanita ini dari luar, orang film, sudah dites dari segi manajemennya, sudah kelihatan jalannya itu menuju restorasi atau kuburan," ucap Dahlan kepada wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Pergantian Direktur Baru tersebut tidak dibarengi dengan penyertaan modal negara (PMN) ke BUMN tersebut. Akan tetapi, Perum PFN harus melakukan beberapa hal seperti memproduksi film-film yang beraliran idealis yang diperlukan bangsa tapi belum digarap pihak swasta. Dia bilang film anak-anak baik yang animasi dan non animasi dapat masuk ke hal tersebut.

"Programnya menghidupkan BUMN memproduksi film-film idealis yang diperlukan bangsa, tapi tidak menarik keinginan swasta, misalnya film anak-anak, baik yang animasi maupun non animasi," tambahnya.

Adapun, yang harus dikerjakan oleh Perum PFN dengan memproduksi film-film dengan aliran Megastruktur seperti Discovery. "Film-film sejenis megastruktur, seperti discovery, dokumenter yang ditonton pun menarik untuk publik, seperti proyek-proyek raksasanya bangsa, ini harus dokumentasinya," tutupnya. (wan)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini