Ini Alasan Harga Gas Naik

Dina Mirayanti Hutauruk, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2013 17:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 07 31 19 845456 smB7L76omZ.jpg Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Minyak (ESDM) Susilo Siswo Utomo mengatakan, kenaikan harga gas yang dirasakan tepat atau tidak tergantung suply yang tersedia.

Susilo mengatakan, harga gas di sejumlah daerah berbeda-beda karena biaya pengembangan lapangan gas yang berbeda-beda juga.

"Ada harga gas murah dan ada yang lebih tinggi karena biaya pengembangan lapangan berbeda-beda. Jadi harga tergantung pada biaya pengembangan dari lapangannya." Kata Susilo saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (31/7/13).

Dia mengakui bahwa sumber gas Indonesia cukup besar, namun menurutnya masih jauh dari negara Venezuela sebagai negara penghasil gas terbesar di dunia.

Dia mengatakan sumber gas Indonesia lebih banyak di kedalaman laut seperti halnya di Laut Arafuru dengan kedalaman 600-800 meter sehingga diperlukan biaya yang cukup besar untuk eksplorasi.

"Mahalnya biaya pengembangan tersebut mengakibatkan harga jualnya juga tinggi," tambahnya.

Lebih lanjut, Susilo mengatakan sumber gas di Indonesia sebagian besar berada di Indonesia bagian Timur, padahal konsumsi gas terbesar ada di pulau Jawa. Menurutnya, biaya transportasi dari sumber produksi ke daerah konsumsi menjadi salah satu yang menyebabkan harga gas lebih mahal.

"Rata-rata konsumsi yang paling besar di Jawa dan Sumatra padahal sumber gasnya kecil. Makannya untuk memenuhi itu didatangkan dari Timur, ongkos transportasinya yang besar membuat harganya lebih mahal," Jelasnya. (wan)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini