Share

Cabut dari Inggris, Sir Richard Branson Bantah Hindari Pajak

Dani Jumadil Akhir, Okezone · Senin 14 Oktober 2013 22:46 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 14 213 881515 smfZtxhrIy.jpg Sir Richard Branson. (Foto: Dailymail)

LONDON - Miliarder asal Inggris, Sir Richard Branson, mengumumkan keputusannya untuk tinggal di pulau pribadinya. Dia mengklaim, alasan kepindahannya dari Inggris bukan karena penerapan pajak yang tinggi, tapi untuk gaya hidup.

Dilansir CNBC, Senin (14/10/2013), Sunday Times menyebutkan miliader berusia 63 tahun tersebut tak akan berhenti untuk mendirikan rumah di Pulau Necker, salah satu pulau di deretan Pulau British Virgin.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Inggris memiliki pajak penghasilan tertinggi, yakni mencapai 50 persen. Sementara Pulau Necker tidak menarik pajak, alias hanya nol persen. Pindah ke Pulau Necker akan berarti dia tidak lagi menjadi penduduk Inggri. Dengan demikian, dirinya tidak lagi dikenakan pajak penghasilan atau pajak perolehan modal.

Namun, dia masih dapat menghabiskan waktunya sampai 183 hari di Inggris.

"Setelah 40 tahun membangun perusahaan dan menciptakan lapangan kerja di Inggris, sekarang saya tinggal di Necker. Saya bekerja demi pembangunan (negara) dan tidak mencari pada keuntungan semata. Saya tidak meninggalkan Inggris karena alasan pajak,  tapi saya jatuh cinta kepada Pulau British Virgin, dan khususnya Pulau Necker yang saya beli ketika saya berusia 29 tahun," tulis Branson di halaman blog Virgin.

"Saya telah sangat beruntung mendapat begitu banyak kekayaan dalam karir saya, lebih dari yang saya butuhkan dalam hidup saya dan saya tidak akan tinggal di suatu tempat karena alasan pajak," tambahnya.

Menurut Forbes, Branson yang telah mengumpulkan kekayaan pribadi sebesar USD4,6 miliar melalui merek Virgin Group-nya, bersikeras bahwa keputusan untuk pindah ke Necker telah dipikirkannya selama tujuh tahun lalu, yakni ketika dia menjual rumah di London.

Pria yang berusia 63 tahun, mengatakan Pulau Necker yang tropis didedikasikan kepada istrinya, Joan.  "Ini kesempatan terbaik untuk hidup dengan kondisi lain dalam beberapa dekade produktif," jelas dia.

"Tidak ada tempat yang lebih baik untuk tetap aktif dan saya dapat berselancar, bermain tenis, berenang, melakukan pilates. Hanya bermain," kata Branson

Branson juga mencatat bahwa Pulau Necker sering disebut-sebut media untuk pilihan tamu selebriti,  pulau ini menjadi tempat ideal di mana keluarganya dapat berkumpul bersama-sama.

Branson mengatakan, perusahaannya selalu membayar tagihan pajak. Dia sendiri kini fokus untuk tidak hanya mencari keuntungan semata, tapi juga kegiatan amal.

"Saya menghabiskan 40 tahun bekerja siang dan malam di perusahaan yang berada di Great Britain Inggris dan menciptakan persaingan dan pilihan bagi konsumen di berbagai macam industri. Perusahaan kami dibuat dari awal telah menciptakan puluhan ribu pekerjaan dan membayar ratusan juta dalam pajak (dan akan terus melakukannya)," tegas dia.

Langkah Richard ini dilakukan pada waktu sensitivitas publik atas pajak perusahaan mendapat kritikan dari sejumlah perusahaan seperti Google dan Starbucks.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini