Share

Dahlan Akan Jadikan ASEI Induk Perusahaan Reasuransi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2013 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 17 457 883022 vSPtw4E99S.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berencana akan menjadikan PT Asuransi Ekspor Indonesia (Asei) sebagai perusahaan induk reasuransi milik pemerintah. Hal ini dikarenakan perlunya Indonesia memiliki perusahaan reasuransi yang kuat.

 

"Selama ini kita punya beberapa tapi kecil-kecil. Seperti anak usahanya PT Reasuransi Umum Indonesia (RUI), PT Reasuransi internasional Indonesia, kemudian ada anaknya Tugu Mandiri namanya PT Reasuransi Indonesia, serta ada anaknya PT Askrindo, yakni PT Nasional Reasuransi," ungkap Dahlan di Jakarta, Kamis (17/10/2013).

 

Dahlan pun bercerita mengenai ASEI, pada awalnya ASEI dibentuk untuk memperkuat ekspor dan waktu itu ada kewajiban setiap eksportir mengasuransikan seluruh kredit ekspor dilakukan di sini.

 

"Tapi kewajiban itu dihapus beberapa tahun lalu, dan dengan lahirnya Lembaga Pembiayaan Ekspor (LPE). Nah sejak itu maka ASEI itu tidak seperti saat didirikan, seakan kehilangan peran, menjadi asuransi tidak wajib lagi dan jadi enggak ada khas asuransinya dulu kan untuk asuransi ekspor," papar Dahlan.

 

Dengan alasan seperti itu, Dahlan berniat menjadikan ASEI sebagai induk perusahaan reasuransi Indonesia, serta karena ASEI sudah terlanjur dibentuk maka harus tetap dijalankan.

 

"Karena skalanya kecil dan enggak ada khasnya, ASEI ini kita kaji untuk jadikan reasuransi Indonesia, yang anak-anak usaha tadi itu akan digabungkan menjadi satu menjadi ASEI, ada empat perusahaan bersatu menjadi reasuransi Indonesia, ASEI sebagai leadernya, lalu anak usaha Askrindo harus kasih ke ASEI lalu Tugu Mandiri, dan RUI, dengan demikian pemegang saham ini induk-induk selama ini dan BUMN ini akan bergabung," ungkap Dahlan.

 

Langkah seperti ini, kata Dahlan demi kepentingan Indonesia karena sekarang ini devisa di bidang asuransi lainnya keluar negeri.

 

"Minimal ditata, ASEI kan kehilangan relevansi lagi. Kita memang belum bisa cegahnya, tapi kita mulai. Kita menyatukan empat perusahaan ini saja butuh energi yang kuat. Saya minta induk-induk mereka mereka rela, terlalu kecil perusahaan reasuransi kita," ucapnya.

 

Dahlan pun berharap dalam kurun waktu tiga bulan kedepan dapat terwujud penggabungan usaha reasuransi Indonesia, agar mendapat meningkatkan dengan terobosan-terobosan.

 

"Minimal Rp70 triliun aset dan modalnya, karena belum mungkin sebesar itu, kalau tidak dirintis sekarang, enggak sampai-sampai ke sana, biarpun kecil kita wujudkan," tutup Dahlan. (rez)

 

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini