Image

Dubes AS Sosialisasi "Benjamin Franklin" Baru

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2013 10:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 10 23 20 885476 01nw3neY0S.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - The Federal Reserve (Fed) telah melakukan desain ulang pecahan USD100, dalam rangka mencegah pemalsuan uang. Nantinya, uang terbaru ini akan menggabungkan fitur anti pemalsuan yang canggih.

"Desain baru ini akan menggabungkan fitur keamanan yang membuatnya lebih mudah untuk diidentifikasi, tapi lebih sulit untuk meniru," kata Dewan Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, dalam keterangannya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (23/10/2013).

Para pejabat AS mengatakan pecahan USD100 adalah denominasi yang paling sering dipalsukan dari mata uang AS di luar daerahnya, karena sirkulasi yang luas di luar negeri. Sementara untuk di Amerika Serikat, pecahan USD20 merupakan yang paling sering dipalsukan.

Sementara pecahan USD100 yang lama, akan bertahan selama 15 tahun, sebelum akhirnya akan kadaluwarsa dan ditarik dari peredaran. Pecahan US100 merupakan pecahan terbesar di AS yang dikenal juga dengan "Benjamins", yang diambil dari nama mantan Presiden AS Benjamin Franklin.

Dengan banyaknya pecahan USD100 yang beredar di seluruh penjuru dunia, maka Bank Sentral Negeri Paman Sam tersebut harus melakukan sosialisasi terkait penerbitan pecahan USD100 yang baru.

Oleh karena itu, Kedutaan Besar AS untuk Indonesia juga mengadakan sosialisasi dengan masyarakat Indonesia, terkait pecahan USD100. Acara ini, akan dilakukan di pusat kebudayaan Amerika Serikat, Pacific Place.

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini