nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

USD100, Akhir dari Transformasi Dolar AS

Silvia Ramadhani, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2013 13:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 10 23 20 885614 KyjETKdaAy.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, telah meluncurkan pecahan USD100 baru. Pecahan ini diluncurkan lantaran paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Chief Cashier US Federal Reserve, Michael Lambert, menjelaskan bahwa banyaknya uang baru yang diedarkan tersebut berbeda-beda di tiap negara. Menurutnya, volume penerbitan dilakukan berdasarkan demand atau permintaan pasar.

"Proporsi untuk permintaan ini selain untuk kegiatan ekonomi, juga digunakan pengguna sebagai alternatif untuk menyimpan atau bahkan transaksi," ujar dia pada rangkaian acara sosialisi pecahan USD100 di Pusat Kebudayaan Amerika, Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Michael menambahkan, dikeluarkannya uang ini juga sebagai bagian dari recovery keuangan. Perubahan ini merupakan salah satu dari rangkaian perubahan sejak 2003. "Dulu dimulai dari USD20, USD10, USD5 dan sekarang USD100. Ini akhir dari perubahan itu," tambah dia.

Sekadar informasi, AS sendiri, memiliki sirkulasi uang sebesar USD1,15 triliun, dan kurang dari seperseratusnya atau 1 persennya merupakan uang palsu. Pecahan dengan wajah Benjamin Franklin ini, merupakan pecahan terbesar, sejak AS menghentikan pecahan USD500, USD1.000, dan USD10.000 pada 1969.

Para pejabat AS mengatakan pecahan USD100 adalah denominasi yang paling sering dipalsukan dari mata uang AS di luar daerahnya, karena sirkulasi yang luas di luar negeri. Sementara untuk di Amerika Serikat, pecahan USD20 merupakan yang paling sering dipalsukan.

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini