Menkeu Klaim Aset BMN Naik 24%

Petrus Paulus Lelyemin, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2013 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 31 20 889808 GYxqkgVFrS.jpg Menteri Keuangan Chatib Basri. (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, merupakan langkah wajib untuk membangun sebuah sistem yang kokoh. Cara untuk membangun sistem tersebut, salah satunya adalah dengan pengelolaan aset negara sebaik-baiknya.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan, periode 1998 memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia bahwa tata kelola pemerintahan merupakan hal yang penting untuk dijaga akuntabilitas dan transparansinya.

Menurut dia hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam tiga tahun terakhir sejak 2009 yang memberikan opini wajar tanpa pengecualian merupakan bukti bahwa pemerintah bersungguh-sungguh membenahi diri semakin baik dari waktu ke waktu.

Chatib juga menjelaskan dengan hadirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Negara kementerian lembaga yang tadinya merupakan aset administrator kini menjadi aset manajer.

"Perluasan ini (PP No. 6 Thn 2006) meminta tanggung jawab yang besar. Belum lagi jumlah aset yang besar mengharuskan pemerintah harus bisa mengelola dengan baik," tutur Chatib dalam acara Refleksi dan Apresiasi Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) pada Kementerian Lembaga tahun 2013 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Menurutnya, total aset negara sampai saat ini telah mencapai sekira Rp3.023,44 triliun atau naik sekitar 24 persen lebih dari total aset BMN tahun sebelumnya.

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini