Pascakrisis, Investasi Perhotelan di Asia Bangkit Lagi

Yuni Astutik, Jurnalis · Kamis 14 November 2013 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 14 474 896830 EJuF9UWfe3.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Cushman & Wakefield memperkirakan volume investasi perhotelan di Asia pada 2013 mencapai Rp10-12 miliar. Hal ini akan membuat tahun 2013 menjadi tahun rekor investasi perhotelan setelah masa krisis keuangan global.

Seperti dikutip dari keterangan tertulis Chusman and Wakefield, Kamis (14/11/2013), pasar investasi perhotelan di Asia telah ditandai oleh penyerapan modal investasi besar di Jepang , Singapura dan Cina sepanjang tahun ini.

Sepanjang  semester I-2013, total volume investasi dari nilai aset perhotelan, terjual atau dikontrak, telah mencapai USD5,16 miliar. Ini merupakan peningkatan lebih dari 53 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Angka tersebut termasuk data awal dari kuartal III-2013, volume total investasi sampai saat ini telah mencapai USD8,14 miliar.

Pada 2013,  kinerja hotel di wilayah Asia terlihat bervariasi. Dengan tambahan secara dramatis penyediaan kamar baru dalam beberapa tahun terakhir ini, terdapat beberapa penurunan harga yang  teramati di sejumlah wilayah, seperti Singapura dan Shanghai.

Di sisi lain, beberapa pasar baru  berkembang pesat seperti Dhaka, Yangon, Colombo dengan ketersediaan pasar high-end hotel yang terbatas, namun dalam situasi permintaan pariwisata  yang tinggi, mereka tengah menikmati pertumbuhan pendapatan yang kuat saat ini.

Secara keseluruhan di wilayah Asia, rasio pendapatan per kamar diperkirakan akan jatuh di bawah level tahun 2012, meskipun  kinerjanya akan bervariasi di berbagai pasar.

(nia)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini