Candra Naya, Landmark Baru di Kawasan Jakarta Kota

Yuni Astutik, Jurnalis · Sabtu 16 November 2013 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 16 474 898050 Dzrl8KgD0Q.jpg Candra Naya (Foto: Doc.Green Central City)

JAKARTA - JAKARTA - Candra Naya merupakan salah satu cagar budaya yang terletak tak jauh dari pusat perdagangan elektronik Glodok. Candra Naya menyatu dengan superblok Green Central City.

Bangunan berumur dua abad ini menjadi ikon utama bagi Green Central City. Bangunan ini diklaim bakal menjadi landmark Jakarta Kota. Candra Naya merupakan bekas rumah Khouw Kim An, yakni mayor Tionghoa (Majoor de Chineezen) pada tahun 1910-1916 dan 1927-1942.

Marketing Manager PT Bumi Perkasa Permai, Chris Tejasukmana mengungkapkan, bangunan ini didirikan pada periode 1807 oleh Khouw Tian Sek yang merupakan seorang tuan tanah, untuk menyambut kelahiran anaknya, Khouw Tjeng Tjoan tahun 1808. Dia menjelaskan, salah satu kelebihan yang dimiliki superblok Green Central City yang kami bangun adalah adanya rumah bersejarah Candra Naya.

"Green Central City berhasil mempertahankan keselarasan antara gedung modern dengan cagar budaya Candra Naya," kata dia seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (16/11/2013).

"Dan salah satu daya tarik masyarakat tinggal di Green Central City karena dianggap sebagai lokasi yang memberikan kemakmuran (land of prosperity) karena dulu Candra Naya milik orang kaya,” tambah dia.

Beberapa upaya telah dilakukan PT Bumi Perkasa Permai untuk mengembangkan dan melestarikan bangunan cagar budaya Candra Naya yang dipayungi hukum UU No. 11 2010 tentang Cagar Budaya.

Antara lain dengan membangun kembali bangunan teras samping yang sempat dibongkar pada waktu sebelumnya. Menurutnya, mempertahankan Candra Naya sangatlah penting, karena itu artinya Jakarta sebagai ibu kota sekaligus kota metropolitan utama di Indonesia masih mempunyai peninggalan bangunan khas Tionghoa yang masih utuh.

"Nah, kalau Candra Naya dibangun kembali bangunan sayap dan gazebonya, serta lingkungannya ditata dengan apik sebagai kawasan China Town maka Jakarta tidak akan kalah dengan kota-kota lainnya di dunia," ujar Chris.

(nia)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini