nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada IPO Perusahaan Tambang "Bodong"

Petrus Paulus Lelyemin, Jurnalis · Kamis 28 November 2013 20:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 11 28 19 904470 t0KvDlUfRt.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menanggapi rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menerima pendaftaran "go public" perusahaan-perusahaan tambang yang masih berada dalam tahapan eksplorasi, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) kembali mengimbau kepada para calon investor untuk lebih berhati-hati mengambil keputusan melakukan investasi.

Seperti diketahui, Perhapi dan IAGI sejak akhir tahun 2012 lalu telah membentuk Competent Person Indonesia (CPI) yang merupakan profesi bagi para ahli di bidang tambang. CPI sendiri bertugas meneliti memberikan informasi menyeluruh terkait sumber daya dan cadangan perusahaan tambang yang baru melakukan eksplorasi kepada para investor.

Ketua UmumPerhapi, Achmad Ardianto, mengatakan Perhapi dan IAGI ingin menyampaikan kepada masyarakat yang adalah calon investor untuk memanfaatkan ketersediaan CPI untuk mengetahui dengan jelas keadaan perusahaan tambang yang akan menjadi tujuan investasinya.

"CPI ini disediakan untuk mengukur ketersediaan sumber daya dan cadangan dari sebuah perusahaan tambang yang baru melakukan eksplorasi. Ini penting bagi para calon investor, karena risikonya tinggi bagi perusahaan yang baru di eksplorasi," tutur Achmad dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Dia menuturkan, kehadiran CPI yang dilengkapi dengan kode/standar pelaporannya akan menyediakan informasi serta saran bagi para investor tentang segala risiko dan peluang yang terdapat pada sebuah perusahaan tambang yang baru beroperasi pada tahap eksplorasi sehingga dapat dengan lebih tepat melakukan investasi.(rez)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini