Pelemahan Rupiah Belum Hantam Fajar Surya Wisesa

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2013 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 10 278 910078 LEMQDbL7CW.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga mencapai kisaran Rp12.000 per USD nampaknya tidak mempengaruhi PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW). Pasalnya, tidak semua bahan baku pembuatan kertas impor.

"Sebanyak 60 persen bahan lokal, sisanya impor," ujar Manajer Keuangan FASW Marco Hardy seusai public expose di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (10/12/2013).  

Marco menjelaskan, saat ini perseroan tengah mencari strategi untuk dapat meningkatkan persediaan bahan baku lokal agar biaya produksi bisa ditekan. Salah satunya dengan cara meminimalisir bahan baku impor dan meningkatkan penggunaan bahan baku lokal menjadi 70 persen.

"Sayangnya jumlah kertas yang keluar, tidak semuanya kembali ke kita. Misalnya kertas produksi kita yang balik ke kita hanya 50 dari yang kita keluarkan 70 karena kertas-kertas itu banyak dikirim keluar pulau untuk bungkus sayur dan banyak yang disimpan dari masyarakat," jelas Marco.

Menurut Marco, sulitnya mendapatkan bahan baku kertas untuk didaur ulang serta susahnya mendapat bahan dari pengepul kurang untuk mengisi kebutuhan kertas untuk daur ulang. "Para pengepul, mereka masih tersebar, masih ter-fragmented. Dulu sudah ada yang bikin, tapi pengaturannya susah," tukas dia.

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini