Gedung Pencakar Langit Paling Memesona (2)

Meutia Febrina Anugrah, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2014 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 10 474 924788 5LCm0Sn4NK.jpg New York Gehry, Amerika Serikat (Foto: Inhabitat)

JAKARTA - Dalam satu dekade bisa, kita lihat berapa banyaknya kota di dunia bersaing untuk merebut posisi kehormatan sebagai negara dengan gedung tertinggi di dunia.

Dilansir dari CNBC, Minggu (11/1/2014) berikut daftar gedung pencakar langit yang ikonik di negaranya.

Het Strijkijzer, The Hague, Belanda.

Selesai pada 2007, gedung ini terinspirasi dari Flat Iron Building di New York City. Gedung setinggi 131,58 meter ini dilengkapi dengan 300

Apartemen untuk mahasiswa dan apartemen mewah untuk keluarga. Dengan tarif mulai dari USD1.346 atau Rp19 juta perbulan diluar tagihan. Sedangkan untuk apartemen dipatok dengan tarif USD1.540 atau Rp18 juta per bulan.

Mode Gakuen Cocoon Tower, Tokyo, Jepang.

Setelah benua Eropa dan Amerika berbondong-bondong membangun gedung pencakar langit, Asia pun tidak ingin ketinggalan. Sebuah kampus Mode Gakueen Cocoon di Tokyo, Jepang dibangun setinggi 204 meter.

Berlokasi di distrik Nishi-Shinjuku, Tokyo, gedung ini mampu menampung hingga 10 ribu siswa dengan lebih dari 50 lantai.  Gedung ini juga didesain dengan konsep ramah lingkungan.

Sistem kogenerasi menghasilkan tenaga listrik dan panas sehingga mampu mendukung 40 persen penggunaan energi. Dengan desain yang unik, melengkung seperti kepompong dimaksudkan bisa menjadi sarana pelajaran bagi para siswa.

Aqua, Chicago, Amerika Serikat

Gedung yang dikelilingi air ini tercatat tingginya mencapai 250 meter, dan dilaporkan telah menelan biaya sekitar USD475 juta atau Rp5,8 triliun untuk konstruksinya. Berlokasi di Lakeshore, bangunan ini dilengkapi dengan atap hijau seluas 7000 meter persegi.

Tanaman yang ada di kebun semuanya tumbuh alami, bertugas untuk mengatur suhu bangunan dimusim dingin dan panas. Atap hijau pada gedung ini juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas udara dan membantu mengurangi emisi karbon.

Hotel Porta Fira, L Hospitalet de Llobregat, Barcelona, Spanyol.

Meski berlokasi di Spanyol, hotel ini dirancang oleh arsitek asal Jepang yang bernama Toyo Ito. Selesai pada tahun 2010, hotel yang berwarna merah mencolok ini tingginya mencapai 113 meter.

Dengan total konstruksi senilai USD122 juta atau Rp1,4 triliun, hotel ini dikemas dengan teknologi yang canggih. Tarif yang dipatok untuk menginap di hotel ini adalah USD109 atau Rp13 juta per malam.

New York Gehry, Amerika Serikat.

Dibangun oleh arsitek terkenal kelahiran Torojto Frank Gehry, dia menamakan gedung ini sama dengan namanya. Gedung setinggi 265,18 meter ini selesai pada tahun 2011 dengan menghabiskan biaya konstruksi senilai USD875 juta atau Rp10,7 triliun.

Dibangunnya gedung ini sekaligus mencatat sebagai apartemen tertinggi di Amerika. Berlokasi di Manhattan, gedung ini berbentuk sangat khas dengan fasad yang bergelombang. Gedung ini menawarkan hunian apartemen mewah dan ekslusif.

Selain itu juga dilengkapi dengan sekolah dan taman bermain. Ini merupakan solusi inovatif untuk menambah fasilitas pendidikan di lingkungan perkotaan.

 

(nia)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini