nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bulog Siapkan 350 Ton Beras untuk Bencana

Silvia Ramadhani, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2014 16:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 01 19 320 928462 SMjbqnXQVt.jpg Ilustrasi ( Foto : Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memiliki cadangan beras khusus yang digunakan saat bencana terjadi. Saat ini tercatat cadangan beras yang dititipkan di Bulog sekira 365 ribu ton, jumlah ini masih jauh dari cukup, meskipun sebenarnya cadangan beras pemerintah idealnya antara 1-1,5 juta ton.

"Tahun lalu pemerintah menyediakan anggaran untuk tambahan sekira 268 ribu ton, tetapi tampaknya pemerintah tidak merealisasikan sehingga stok pemerintah 365 ribu ton itu,"ujar Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso usai menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun Bulog ke 11, di Kantor Pusat Bulog,  Minggu (19/1/2014). 

Lebih lanjut Tarto menambahkan, beras tersebutlah yang kemudian akan disalurkan oleh pemerintah ketika terjadi bencana alam, mulai dari kekeringan hingga gunung meletus.

"Beras itu yang dikeluarkan ketika terjadi bencana alam, banjir kekeringan, gunung meletus. Kita siapkan,"jelasnya.

Untuk mekanisme penyaluran beras tersebut, Tarto menyampaikan setiap kabupaten punya kewenangan untuk minta kepada Bulog maksimal 100 ton beras. Untuk setiap provinsi ada tambahan 200 ton. Jadi, ketika 100 ton kabupaten kurang maka jumlah beras yang dibutuhkan dapat ditambahkan dari provinsi.

"Kalau kurang lagi, gubernur diberikan hak untuk meminta kepada Menko Kesra, jadi nanti Menko Kesra yang menugaskan kepada Bulog untuk menyalurkan,"tambahnya.

Tarto melanjutkan, saat ini jumlah beras Indonesia untuk kondisi normal cukup untuk kebutuhan penyaluran selama delapa bulan kedepan. Beras-beras tersebut pun kini sudah tersebar diseluruh gudang Bulog yang ada di Indonesia.

"Misalnya ada nelayan yang tidak bisa melaut, pemerintah tinggal minta Bulog untuk mengeluarkan cadangnya. Mekanisme ini dilakukan agar menjaga dan membantu masyarakat kecil tadi,"tambahnya.

Tarto menambahkan, di musim bencana seperti saat ini, jika dibutuhkan sewaktu-waktu pemerintah setempat bisa langsung menyampaikan kebutuhan masyarakatnya kepada Bulog tanpa perlu menunggu datangnya kondisi darurat.

"Tidak perlu ada steatment siaga banjir atau apa, yang penting Pemda itu menganggap dia tidak mampu membantu pangan khususnya beras, kemudian dia punya hak untuk minta disalurkan. Yang jelas ada memang ada datanya dimana yang perlu dibantu,"pungkasnya. (kie)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini