Dinilai Tidak Sehat, OJK Atur Tabungan Berhadiah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2014 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 13 457 940490 nJB2eVMBl7.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah melakukan kajian terhadap peraturan mengenai tabungan berhadiah bagi perbankan dan ditargetkan selesai pada tahun ini.

Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan II OJK Endang Kussulanjari Tri Subari mengatakan, tabungan berhadiah banyak digunakan perbankan untuk menarik lebih banyak dana dari masyarakat.

"Tabungan berhadiah perlu dikaji mengingat dapat memicu persaingan yang tidak sehat antarbank. Untuk bank yang skalanya besar tidak masalah. Tapi kasihan bank kecil. Biar ada kompetisi yang fair," ungkap Endang  saat ditemui di Hotel Atlet Century Park Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2014).

Endang menambahkan, saat ini OJK masih melakukan pemetaan informasi yang terkait dengan tabungan berhadiah. Pasalnya, kajian yang dilakukan OJK masih dalam tahap awal.

"Kami juga perlu masukan dari masyarakat, ahli, termasuk pelaku industri itu sendiri dalam merancang regulasi yang baru ini," jelasnya.

Menurut Endang, apabila ini tidak diatur akan menimbulkan ketimpangan dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Apalagi, ditambah saat ini perbankan di Indonesia sedang menghadapi pengetatan likuiditas.

Endang menambahkan, sebetulnya Bank Indonesia (BI) sudah memiliki ketentuan ini sebelumnya. "Misalnya biaya promosi hanya sekian persen dari total biaya," pungkasnya.

 

OJK memiliki alternatif dalam menciptakan regulasi baru. Ada beberapa pilihan, yaitu dengan membatasi nilai hadiah atau melarang penuh pemberian hadiah untuk produk tabungan. Namun kedua alternatif ini akan menjadi pertimbangan OJK dalam membuat peraturan.

"Diharapkan aturan ini bisa selesai sesegera mungkin agar dapat diimplementasikan. Kami juga perlu waktu agar implementasinya jelas," paparnya.

Dengan regulasi ini, OJK kata Endang tidak menjanjikan ini menjadi aturan pertama OJK di sektor perbankan. Pasalnya ada beberapa aturan perbankan lain yang juga sedang digodok.

"Salah satunya adalah aturan tentang tingkat kesehatan bank syariah, ini juga bisa keluar duluan," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini