nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hingga 2015, Pertamina Peroleh Pasokan 45% Biodiesel

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2014 18:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 02 16 19 941736 UrxiwgGweK.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah mendapatkan kepastian pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau olahan sawit dengan solar sebanyak 45 persen dari total kebutuhan FAME sepanjang tahun 2014 hingga 2015 sebanyak 5,3

juta kiloliter (KL). Pertamina masih terus melakukan kegiatan pengadaan untuk mencapai target pasokan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Menteri ESDM.

 

"Dari dua kegiatan pengadaan yang sudah tuntas dengan total kebutuhan FAME yang ditawarkan sebanyak 5,3 juta KL untuk periode 2014-2015 sejauh ini baru mendapatkan kepastian pasokan sebanyak 45 persen atau 2,4 juta KL,” tutur Vice President Corporate Communication PErtamina Ali Mundakir dalam keterangan pers, Minggu (16/2/2014).

Ali menambahkan, dari 33 terminal BBM yang sudah menyalurkan biodiesel, Pertamina membaginya menjadi sekitar 26 cluster pengadaan FAME untuk periode 2014-2015. Pada proses pengadaan pertama, Pertamina mendapatkan pemasok FAME untuk sembilan cluster yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan lelang denan total volume 1,24 juta KL.

 

"Kemudian dilakukan pengadaan kedua pada 17 cluster yang belum mendapatkan pemenang. Untuk menjaring lebih banyak kapasitas produksi produsen FAME, Pertamina mengembangkan cluster sehingga jumlah cluster menjadi 30 cluster dan diperoleh pasokan FAME untuk 15 cluster dengan total volume 1,14 juta KL,"tambahnya.

 

Lebih jauh Ali mengungkapkan Pertamina akan terus melakukan proses pengadaan untuk memenuhi kebutuhan FAME perusahaan. Menurut dia, Pertamina selanjutkan akan melakukan pengadaan melalui proses tender untuk wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan, Sulawesi dan Papua dengan total kebutuhan sekitar 850.000 KL per tahun.

 

"Namun harus diakui, hambatan dirasakan untuk dapat mencapai target yang sudah ditetapkan, utamanya untuk pengadaan FAME di wilayah Indonesia Timur, di mana produsen umumnya tidak sanggup memenuhi ketentuan harga FAME maksimal MOPS Solar. Untuk itu, Pertamina kini mengkaji berbagai alternatif solusi terbaik untuk pengadaan FAME di wilayah tersebut,"pungkasnya.

Berdasarkan catatan Pertamina, sejak 2009 hingga 2013 perusahaan telah mencatat pertumbuhan pemanfaatan FAME sebanyak 653 persen, yaitu dari sekitar 126.098 KL pada 2009 menjadi 930.561 KL pada 2013. Prinsip utama dalam proses tender tersebut, sebagaimana instruksi pemerintah, Pertamina melakukan tender terbuka dengan menjangkau sebanyak mungkin kapasitas produksi produsen FAME Indonesia serta dengan target harga FAME maksimal MOPS Solar.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini