Share

RI Ajukan Hibah USD3 Juta untuk Pembangunan Masjid di Washington

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2014 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 25 20 946381 tMBBC1gk1M.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini tengah mempertanyakan mengenai rencana pemerintah yang akan memberikan hibah kepada pihak Al-Azhar di Cairo, Mesir, dan juga untuk Indonesian Muslim Association in America (Imaam) Center di Maryland, Washington DC.

Ketua Banggar DPR Ahmadi Noor Supit mengatakan, rencana pemerintah Indonesia itu akan memberikan hibah senilai USD5,94 juta. Di mana, USD2,94 juta untuk Grand Sheikh Al-Azhar Cairo yang digunakan sebagai pembangunan asrama. Sedangkan hibah untuk IMAM Center sebesar USD3 juta akan diperuntukkan pembangunan mesjid di Washington DC.

Meski telah mengetahui bahwa rencana hibah itu diperuntukan untuk kepentingan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri. Namun, dirinya menuturkan bahwa persoalan hibah ini belum masuk dalam pembahasan APBN 2014 dan nota keuangan.

"Pada saat kita melakukan pembahasan APBN 2014, persoalan ini belum termasuk dalam nota keuangan yang diusulkan pemerintah. Biasanya, setiap anggaran yang disepakati harus melalui persetujuan DPR," jelas Ahmadi di ruang Banggar DPR Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Ahmadi mengungkapkan, saat ini DPR harus melihat rencana hibah tersebut secara governance bisa dipertanggungjawabkan oleh pemerintah terkait. Permintaan ini pun, ditujukan dalam tahap ke depannya tidak ada permasalahan-permasalahan yang diinginkan.

"Jika bisa clear dalam sisi governance, barangkali tidak ada persoalan dari kami," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini