Share

Disetujui, Ini Alasan Menkeu Hibahi Mesir dan Washington

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2014 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 25 20 946411 e5qBu1sC3X.jpg Chatib Basri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya menyetujui dana hibah pemerintah Indonesia yang totalnya USD5,94 juta. Adapun, dana tersebut diperuntukkan sebagai dana hibah penyelesaian pembangunan asrama mahasiswa Indonesia di Universitas Al Azhar Cairo, Mesir, yang sebesar USD2,94 juta.

Sedangkan sisanya, sebesar USD3 juta diperuntukkan sebagai dana pembelian dan renovasi mesjid Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) Center di Maryland, Washington DC.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri dana hibah tersebut dibutuhkan sangat mendesak lantaran beberapa faktor yang mengupayakan agar Badan Anggaran DPR dapat menyetujui.

"Karena seperti asrama di Al Azhar itu cuma mampu nampung 700 mahasiswa saja, sedangkan mahasiswa Indonesia di sana ada sekitar 4000-an, mengenai renovasi mesjid, nantinya itu bisa menjadi pusat dakwah," kata Chatib di ruang Banggar DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Tidak hanya itu, Chatib menjelaskan, faktor keamanan dan keselamatan pun menjadi salah satu bentuk nyata yang harus dilakukan pemerintah kepada warganya yang berada di luar negeri, seperti di Al Azhar Cairo Mesir, dan di Maryland Washington DC.

"Yang di mesir juga karena tanahnya sudah diberikan kepada di Indonesia, sedangkan yang di Marylang, IMAM center ini terkadang bisa mewakili umat muslim yang berada disana," tambahnya.

Setelah panjang lebar mempertanyakan kejelasan dana hibah tersebut, Ketua Badan Anggaran DPR Ahmadi Noor Supit mengatakan bahwa anggota Badan Anggaran DPR sepakat untuk menyetujui dana hibah pemerintah tersebut.

"Kalau menyetujui kita prinsipnya menyetujui, tapi klarifikasi harus tetap ada," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini