Share

HT: Ekonomi Indonesia Auto Pilot

Sabtu 08 Maret 2014 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 08 277 952112 aLfvWPpFzL.jpg Hary Tanoesoedibjo (HT)

TANGSEL - Cawapres Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT) menilai pertumbuhan ekonomi  Indonesia saat ini seharusnya bisa lebih dari 5,7 persen. Karena dari 5,7 persen tersebut lebih banyak didorong oleh peran swasta. Sementara peran pemerintah sendiri kurang signifikan.

"Ekonomi kita ditopang swasta,  peran pemerintah kurang signifikan terutama untuk masyarakat bawah. Sehingga terlihat yang tumbuh adalah masyarakat menengah atas," ujarnya saat berdialog dengan ratusan tokoh masyarakat, pemuda dan pedagang kecil se-Tanggerang Raya di Lubana Sengkol, Kecamatan Batu, Tanggerang Selatan, Sabtu (8/3/2014).

Kata HT, Melihat kondisi ini bisa dikatakan ekonomi kita bisa dibilang auto pilot. Ke depan lanjutnya, khusus pengelolaan ekonomi Indonesia harus dikelola oleh kalangan profesional, bukan dari politisi. Sehingga peran pemerintah lebih fokus dengan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

HT mencontohkan, salah satu kendala pembangunan ekonomi Indonesia untuk sektor masyarakat bawah adalah sulitnya masyarakat mendapatkan modal, Bahkan lanjutnya jika pun ada malah dibebankan dengan bunga, jaminan dan birokrasi yang rumit.

Indonesia bisa melihat bagaimana Negara China membangun ekonomi masyarakat bawahnya, masing-masing sektor profesi seperti buruh, petani, nelayan dan UMKM di China difasilitasi lembaga keuangan.

"Indonesianya semuanya bank Umum, kalau kita lihat China, untuk petani ada bank khusus, seperti Agricultur Bank Of China, begitu juga untuk nelayan, buruh dan UMKM," ujarnya.

Dengan adanya lembaga keuangan tersebut, rakyat bawah di China lebih mudah mendapatkan akses permodalan, karena kata HT setiap kelompok cara pengelolaannya berbeda.

"Ini yang seharusnya dilakukan oleh Indonesia, saat ini kita memiliki lembaga keuangan khusus,  tidak ada yang didedikasikan untuk UMKM, buruh, nelayan dan petani." Jelasnya.

Salah satu peserta dialog, Yohanes mengatakan saat ini negara lalai sejahterakan rakyat. Itu kata dia bisa dilihat dari dukungan pemerintah terhadap UMKM yang lebih seremonial, tidak ada tindak lanjut seperti solusi pemasaran.

"Negara lalai, program-program tidak jelas tindak lanjutnya, ke depan ini yang harus diubah," ujarnya.

Hadir mendampingi HT, Wakil Ketua Bapilu Hanura, Arya Sinulingga, Sekretaris Bapilu, Ahmad Rofiq. Bendahara Bapilu, Henry Suparman,

Ketua DPD Hanura Banten, Inaz Zubeir. Ketua DPC Se-Tanggerang Raya. (Bim Harahap)

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini