nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merek Jutaan Dolar

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 10 Maret 2014 09:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 03 10 320 952474 vCWR0ViOdc.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Merek adalah harta tak terwujud perusahaan. Jika sebuah perusahaan meninggalkan merek yang sudah kuat, nilai perusahaan bisa turun drastis. Tidak heran semua perusahaan berlomba meningkatkan brand value (nilai merek).

Ketika hadir dalam acara Indonesia Brand Summit 2014, pakar brand dunia Kevin Lane Keller menyampaikan, di antara keuntungan memiliki brand kuat, selain memperkuat relasi produsen dan konsumen, juga bisa meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran.

Salah satu cara untuk memperkuat brand adalah melalui brand value chain. Model ini menunjukkan rangkaian proses yang menambahkan nilai pada brand dan membantu perusahaan memantau rangkaian tersebut.

”Dari proses ini, Anda juga dapat memantau dan mengerti lebih baik dampak finansial dari proses tersebut,” kata Keller.

Brand value chain adalah pendekatan terstruktur yang ditujukan untuk meningkatkan nilai brand. Proses brand value chain terdiri atas investasi program pemasaran (marketing program investment) dilanjutkan dengan pembentukan pola pikir (mindset) pelanggan, pembentukan performa pasar, dan terakhir shareholder value. Investasi program marketing misalnya dilakukan pada produk, komunikasi, perdagangan, investasi pada pekerja, dan lainnya.

Hasil akhir dari proses ini meningkatkan harga saham dan kapitalisasi pasar. Keller memberikan beberapa contoh brand kuat yang menikmati keuntungan besar di pasar. Seperti Coca-Cola yang pada 2010 nilai brand-nya (brand value) mencapai USD70,452 juta. Dengan brand yang kuat, Coca-Cola mempunyai kapitalisasi pasar sebesar USD146,730 juta dan mengusai 48 persen capital market.

Saat ini salah satu brand yang sangat fenomenal yang nilainya terus mengalami peningkatan adalah Samsung. Produk elektronik asal Korea Selatan ini terus berinovasi.

Beberapa tahun lalu brand Samsung sulit dibandingkan dengan Sony. Produk asal Jepang itu terlihat sangat mapan dalam sektor elektronik. Namun, kemapanan itu lambat laun digeser dengan inovasi yang terus dilakukan Samsung. Saat ini brand Samsung menjadi brand dengan value brand terbesar kedua setelah Apple. Peningkatan brand value Samsung ini misalnya terlihat jelas pada ”Global 500 2014: The World’s Most Valuable Brands” yang baru-baru ini dirilis Brandirectory.

Pemeringkatan ini menempatkan Apple berada di posisi pertama dengan brand value sebesar USD104,680 miliar. Angka ini mengalami peningkatan besar dibanding tahun lalu yang senilai USD87,304 juta. Peningkatan brand value Apple terjadi saat kinerja keuangan perusahaan turun dibanding pada 2013 yakni menjadi USD382,49 juta. Sementara nilai perusahaan sebesar USD356,091 juta. Sejak 2007 brand value brand meningkat dari 44 menjadi peringkat pertama tahun ini.

Brandirectory mengukur brand value dengan memperkirakan pendapatan mendatang yang timbul dari merek dan menentukan nilai suatu perusahaan akan bersedia membayar untuk lisensi merek. Dari 10 besar brand value terbesar, sembilan di antaranya berasal dari perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat (AS). Merek di luar AS yang masuk 10 besar adalah Samsung yang menempati peringkat kedua.

”Survei ini mencatat bahwa Jerman, Prancis, dan Inggris melengkapi peringkat kelima besar. Sedangkan China, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, datang pada peringkat keenam dalam total nilai merek sebagai merek masih berkembang,” tulis Bussiner Insider mengomentari survei Brandirectory. (islahuddin)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini