nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Listing, Saham Bali Towerindo Langsung Naik 50%

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 13 Maret 2014 09:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 03 13 278 954321 iQoUVewR85.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Saham PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) pada perdagangan perdananya dibuka naik Rp200 atau 50 persen menjadi sebesar Rp600 per lembar saham dari harga saham perdana yang ditawarkan pada saat Initial Public Offering (IPO) di kisaran Rp400 per lembar saham.

Saham dengan nilai terendah sempat menyentuh diangka Rp500 per lembar saham dan nilai saham tertinggi sebesar Rp600 per lembar saham. Total frekuensi saham sebanyak 5 kaliĀ  dengan volume sebesar 101 lot dengan nilai total transaksi sebesar Rp6 miliar

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, pencatatan saham dengan nama kode emiten BALI ini sangat strategis. Hal ini pasti akan dikenal seluruh dunia.

"Dengan nama strategis ini, saham BALI akan menjadi bagian koleksi para investor BEI dan meramaikan perdagangan bursa efek indonesia. Keberanian BALI listing di semester pertama 2014 akan menjadi katalis bagi calon-calon emiten lain untuk go public," ucap Ito di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 597.800.000. Emiten ke enam di BEI ini menawarkan sebanyak 88 juta lembar saham perdananya melalui mekanisme initial public offering (IPO). Jumlah tersebut setara dengan 14,72 persen dari total saham perseroan. Dengan demikian, nilai dari IPO ini adalah sebesar Rp35,2 miliar.

Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga mencatatkan sebanyak 176 juta waran seri I, yang mewakili 34,52 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor sebelum IPO ini resmi.

Waran ini akan diberikan kepada pemegang saham baru perseroan. Yakni, tiap satu saham baru yang namanya tercatat dalam DPS penjatahan berhak atas dua waran. Waran ini dapat dikonversi dengan harga pelaksanaan Rp400 per saham. Dengan demikian, nilai waran ini mencapai Rp70,4 miliar. Konversi ini sendiri bisa dilakukan mulaiĀ  enam bulan sejak dicatatkan di BEI.

Dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk belanja modal, yakni sekira 17,2 persen dari total biaya pembangunan menara dan peningkatan jaringan telekomunikasi di Bali. Sedangkan sisanya akan menggunakan pendanaan dari perbankan. Berperan sebagai penjamin pelaksana efek adalah PT RHB OSK Securities Indonesia.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini