nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saham BALI Cukup Bagus untuk Dikoleksi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 13 Maret 2014 12:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 03 13 278 954421 KEHaVBI9ea.jpg Ilustrasi (Foto:Okezone)

JAKARTA - Baru saja, PT Bali Towerindo Tbk (BALI) menjadi emiten ke enam di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mencatatkan saham perdana yang naik 50 persen menjadi Rp600 dari penawaran harga saham perdana yang ditawarkan pada saat Initial Public Offering (IPO) di kisaran Rp400 per lembar saham.

Analis Anugerah Securindo Indah Bertoni Rio mengatakan, dengan hari pertama saham BALI diperdagangkan cukup menarik walaupun saham yang beredar hanya 88 juta saham. Apalagi, sejak ada regulator memisahkan bisnis jasa telekomunikasi antara penyedia jasa tower maupun jasa transmisi sehingga memberikan kesempatan untuk penyedia jasa tower mendapat keuntungan

"Ini yang didukung daerah di Indonesia berbukit-bukit atau tanah tidak merata mendorong perusahaan jasa transmisi seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT) dan perusahaan lainnya untuk menyewa tower tersebut," ucap Rio kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Rio menambahkan, sehingga prospek saham BALI masih bagus seiring teknologi wifi yang pastinya akan membutuhkan tower untuk melanjutkan sinyal telekomunikasi.

"Ini karena tingginya aktivitas komunikasi maupun dorongan permintaan dari penyedia jasa kawasan di Pulau Bali sebagian besar mencakup kawasan berbukit atau tidak datar, sehingga dibutukan tower," ucapnya.

Rio memperkirakan, saham BALI berpotensi melaju ke level Rp760 per saham.

Saham yang dilepas Manajemen BALI tergolong sedikit atau dari total penawaran saham sebanyak 597.800.000, pihaknya hanya melepas sejumlah 88 juta saham perdananya melalui mekanisme initial public offering (IPO). Jumlah saham yang dilepas ke publik itu setara dengan 14,72 persen dari total saham yang dimilikinya.

Diperkirakan, BALI bakal meraih dana segar pasca IPO sebesar Rp 35,2 miliar. Adapun dana hasil IPO akan digunakan Perseroan untuk mendanai sebagian belanja modal tahun 2014 yang mencapai Rp 200 miliar.

Selain saham, BALI juga mencatat sebanyak 176 juta waran seri I, yang mewakili 34,52 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor sebelum IPO ini resmi. Waran ini dapat dikonversi dengan harga pelaksanaan Rp 400 per saham. Jadi, nilai waran ini diperkirakan mencapai Rp 70,4 miliar.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini