Dewan Pengawas Syariah

Senin 28 April 2014 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 28 316 976809 Mxlpn31Rxk.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

DEWAN Pengawas Syariah adalah dewan yang melakukan pengawasan terhadap pemenuhan prinsip syariah dalam kegiatan usaha bank. Anggota Dewan Pengawas Syariah digolongkan sebagai pihak terafiliasi bank.

Jumlah anggota Dewan Pengawas Syariah paling kurang dua orang dan paling banyak lima orang. Anggota Dewan Pengawas Syariah hanya dapat merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah paling banyak pada dua bank lain dan dua lembaga keuangan syariah bukan bank.

Bank wajib mengajukan calon anggota Dewan Pengawas Syariah untuk memperoleh : (i) persetujuan Bank Indonesia (BI), dan (ii) penetapan Dewan Syariah Nasional (DSN).

Tugas, wewenang dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah antara lain meliputi:

- memastikan dan mengawasi kesesuaian kegiatan operasional bank terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional

- menilai aspek syariah terhadap pedoman operasional dan produk yang dikeluarkan bank

- memberikan opini dari aspek syariah terhadap pelaksanaan operasional bank secara keseluruhan dalam laporan publikasi bank

- mengkaji produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa kepada Dewan Syariah Nasional

- menyampaikan laporan hasil pengawasan syariah paling kurang tiap 6 bulan kepada Direksi, Komisaris, Dewan Syariah Nasional dan Bank Indonesia.

Anggota Dewan Pengawas Syariah yang memiliki benturan kepentingan dengan kepentingan bank dilarang mengambil keputusan. Benturan kepentingan tersebut wajib diungkapkan dalam suatu keputusan.

*) Demikian disitat dari laman Perbankan Syariah, Bank Indonesia (BI)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini