China Bantah Disebut Sudah Kalahkan Amerika

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 02 Mei 2014 06:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 05 01 213 978634 529x1sFuHw.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

BEIJING - China menolak laporan World Bank yang menyebut jika negara tersebut akan melampaui kinerja ekonomi Amerika Serikat (AS) dan menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia, yakni dengan strategi pelemahan mata uangnya.

China sebelumnya memang disebut akan menjadi negara nomor satu dari sisi ekonomi pada awal tahun 2020, bahkan bisa lebih cepat lagi. Demikian dilansir dari AP, Jumat (2/5/2014).

Tapi, kebijakan China untuk terus mempertahankan mata uangnya dalam posisi lemah mengandung sejumlah risiko. Hal ini membuat pasar obligasi di negara tersebut menjadi tidak berkembang.

Estimasi yang dilakukan oleh World Bank tersebut mengacu pada harga pada tahun 2011. Dia menyebut mata uang yuan memiliki power lebih besar ketimbang yang terefleksi dalam pasar valas.

Pada tahun 2011, size ekonomi China adalah sebesar 87 persen dari ekonomi AS. Nilai ini juga lebih besar 15 persen ketimbang estimasi sebelumnya. Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi China, bisa kinerja AS terlampaui tahun ini.

Tapi, hal ini dibantah oleh China National Berau of Statistic. BPS China ini menyebut laporan World Bank ini adalah titipan, dan dia tidak setuju laporan ini dipublikasikan.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini