Apa Perbedaan ORI dengan SBR?

Petrus Paulus Lelyemin, Jurnalis · Jum'at 02 Mei 2014 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 02 20 979092 rbdy6Fp6EZ.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA – Walaupun tercatat sukses dengan penjualan Obligasi Ritel (ORI), pemerintah kembali meluncurkan instrumen baru obligasi negara, Saving Bonds Ritel seri 001 (SBR001). Apa yang membedakan kedua obligasi tersebut?

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan menjelaskan, SBR001 memiliki tingkat kupon yang mengambang dengan batasan minimal atau floating with floor. Ini berbeda dengan tingkat kupon ORI yang menggunakan sistem fixed rate.

“Bedanya dengan ORI adalah bahwa kita menggunakan sistem floating rate untuk kuponnya. Artinya kalau LPS-nya naik ini akan kita naikan. Kalau turun dia akan berada di floor 8,75 persen yang kita tetapkan hari ini,” tuturnya usai peluncuran SBR001 di kantornya, Jakarta (2/5/2014).

“Kalau ada bunga  LPS naik investornya akan menikmati kenaikan bunga. Tetapi kalau turun misalnya ke 7 persen dia akan tetap pada level 8,75 persen,” tambahnya.

Dia menerangkan, SBR juga merupakan obligasi yang tidak bisa diperdagangkan sehingga memiliki tenor yang lebih singkat. Selain itu, lebih lanjut Robert menjelaskan, target pasarnya adalah individu masyarakat biasa bukan institusi.

Pemerintah sendiri jelasnya, memperkirakan pasar investor yang selama ini tidak diraih ORI dapat tertarik minatnya melalui obligasi SBR ini. Diversifikasi instrumen itu adalah dalam rangka merekrut orang yang berbeda.

“Ada orang yang tidak mau ORI karena tidak ada opsi kupon. Ini kan turun naik jadi ada kemungkinan orang suka,” tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini