Share

Euro Alami Penurunan Bulanan Terbesar

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 28 Mei 2014 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 28 213 990834 WMZcPdSh25.gif Ilustrasi. (Foto: Reuters)

TOKYO - Mata uang bersama Eropa, euro, mengalami penurunan bulanan terbesar dalam empat bulan. Euro turun di tengah spekulasi Bank Sentral Eropa akan menambah pelonggaran stimulus minggu depan.

The Bloomberg Dollar Spot Index menuju kenaikan bulanan pertama sejak Januari. Sentimen positif datang setelah data Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menunjukkan aplikasi tunjangan pengangguran akan turun pertama kalinya.

Nilai tukar Yen Jepang berada di level tertinggi dua mingguan terhadap dolar AS, karena keuntungan pada pasar saham. Para investor masih menahan diri, menjelang pidato Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda. Sementara Rubel menjadi pemain terbaik di antara 31 mata uang utama bulan ini.

"Setiap euro naik, mungkin tidak akan terlalu lama dan cepat dijual kembali. Sulit untuk melihat sampai sejauh mana pelonggaran oleh ECB akan mempengaruhi harga," kata kepala asosiasi perdagangan FX Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Naohiro Nomoto, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (28/5/2014).

Euro sedikit berubah pada USD1,3636 turun 1,7 persen bulan ini, penurunan terbesar sejak Januari. Mata uang bersama Eropa ini tidak berubah terhadap yen di 139,04 per yen Jepang. Sementara dolar AS tetap di 101,97 per USD dari 101,98 per USD.

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak dolar AS terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada 1.011,41 dari 1.011,59, penutupan tertinggi sejak 7 April.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini