nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Holcim Gabungkan 2 Anak Usaha

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 02 Juni 2014 20:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 06 02 278 993039 VfjTvNRfuX.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) berencana melakukan penggabungan dua anak perusahaannya dalam rangka mencapai efisiensi penghematan biaya dan keuntungan.

Adapun, kedua anak perusahaan tersebut adalah PT Wahana Transtama (WT), perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan sudah tidak beroperasi selama beberapa tahun sejak aktivitas operasionalnya diberikan pada pihak ketiga dan PT Bintang Polindo Perkasa (BPP), anak perusahaan yang masih aktif dan saat ini masih menangani proses penggilingan sekaligus beberapa peralatan dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 600.000 ton semen di Ciwandan, Banten, Jawa Barat.

Presiden Direktur Holcim Indonesia, Eamon Ginley mengatakan, rencana penggabungan ini memberikan kesempatan untuk mengurangi pengeluaran biaya administrasi yang tidak diperlukan sekaligus menyederhanakan struktur organisasi.

"Untuk merealisasikan rencana penggabungan ini, kami membutuhkan persetujuan pemegang saham pada hari ini. Mengurangi biaya administrasi adalah baik bagi bisnis, mitra kerja sekaligus seluruh pemegang saham kami," ucap dia melalui siaran persnya, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Berdasarkan peraturan yang berlaku, persetujuan dari para pemegang saham terhadap proses penggabungan ini sangat diperlukan. Beberapa persyaratan lain seperti pasar modal dan hukum perusahaan, pajak serta ketentuan tenaga kerja telah terpenuhi termasuk juga ketentuan mengenai persyaratan Anggaran Dasar dari tiga perusahaan. Holcim Indonesia saat ini telah memiliki 100 persen modal disetor dari  WT dan BPP.

 

Penggabungan yang direncanakan ini akan memberikan dampak positif bagi Holcim Indonesia. Melalui struktur yang lebih sederhana, diharapkan akan mengurangi transaksi tidak efektif antara Holcim dengan anak perusahaannya, hal ini termasuk mengurangi proses administrasi, akunting dan biaya-biaya yang terkait.

"Semua karyawan yang saat ini berstatus sebagai karyawan Holcim Indonesia tidak akan terkena dampak dari proses penggabungan yang diusulkan," imbuhnya.

Transaksi ini juga tidak berdampak pada hak-hak pemegang saham Holcim Indonesia dan sejauh transaksi yang diusulkan menguntungkan perusahaan, maka akan juga menguntungkan bagi para pemegang saham. Semua kewajiban keuangan anak perusahaan akan terpenuhi secara seluruhnya, dan berbagai hal yang masih belum terselesaikan setelah tanggal penggabungan usaha, akan diselesaikan oleh Holcim Indonesia.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini