Share

Jelang Lebaran, Pasokan Telur & Daging Ayam Dipastikan Cukup

Hendra Kusuma, Okezone · Senin 09 Juni 2014 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 09 320 995931 EWY5GjWZnP.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) menyatakan, pasokan telur dan daging ayam untuk kebutuhan sampai dengan lebaran Juli bahkan sampai akhir 2014 dalam kondisi cukup.

Ketua FMPI, Don P Utoyo mengatakan, telur dan daging ayam di Indonesia sudah lama swasembada. Sebab, kedua bahan pangan ini disukai oleh seluruh lapisan masyarakat, tersedia di mana-mana, dan jumlahnya dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Bahkan di seluruh bagian dunia, telur dan daging ayam selalu menjadi bahan makanan favorit," kata Utoyo melalui pesan singkatnya kepada Okezone di Jakarta, Senin (9/6/2014).

Utoyo melanjutkan, jajaran produsen Perunggasan Indonesia selalu berupaya untuk mendukung terbentuknya Bangsa yang Sehat dan Cerdas. Telur ayam ras dan daging ayam broiler dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Selain unggas-unggas broiler dan layer, tersedia pilihan lain yang berasal dari lokal. Daging karkas Ayam Lokal atau Kampung meski produksinya tidak besar dan harganya relatif lebih tinggi, namun dapat menjadi tuan di negeri sendiri. "Ibaratnya ayam asal kaki lima, harga Bintang lima," tambahnya.

Utoyo mengungkapkan, kontribusi daging ayam bisa mencapai lebih dari 65 persen dari total daging yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai bahan pangan bergizi yang mengandung protein hewani tinggi dan amat penting untuk mendukung kesehatan dan kecerdasan suatu bangsa.

Oleh karena itu, jajaran produsen perunggasan harus berupaya keras menjaga keseimbangan suplai agar seimbang dengan demand telur dan daging ayam. Adapun, keamanan dan kesehatan produk-produknya dari peternakan sampai dengan ke meja makan, demi terciptanya Indonesia Sehat dan Cerdas.

"Dengan ketersediaan telur dan daging ayam yang cukup, sehat dan harganya terjangkau, akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi telur dan daging unggas," tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini