Share

Kontrak Berjangka Indeks

Senin 23 Juni 2014 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 23 226 1002702 P4Z5hvMfi6.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengaktifkan kembali perdagangan produk derivatif. Instrumen ini diharapkan dapat dijadikan sarana lindung nilai (hedging) atas portofolio yang dimiliki investor. Pengaktifan kembali produk tersebut melihat adanya kebutuhan produk hedging yang semakin mendesak di pasar modal.

Mungkin belum banyak investor yang tahu bahwa selain saham, BEI juga menyediakan beberapa pilihan investasi efek derivatif atau efek turunan dari efek utama baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari efek utama maupun turunan selanjutnya. Dengan demikian, nilai atau peluang keuntungan produk efek derivatif sangat ditentukan oleh kinerja aset lain yang biasa disebut sebagai underlying assets.

Derivatif merupakan kontrak finansial antara dua atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual asset yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Ada beberapa jenis produk derivatif yang diperdagangkan di BEI. Selain Kontrak Opsi Saham (KOS), BEI juga memfasilitasi perdagangan Kontrak Berjangka Indeks Efek (KBIE).

Kontrak Berjangka atau Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlyingĀ  berupa indeks, saham, atau obligasi di masa mendatang. Kontrak Berjangka Indeks Efek (KBIE) merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham.

Saat ini ada 5 (lima) KBIE yang diperdagangkan BEI saat ini, yaitu, Mini LQ45 Futures, LQ45 Futures Periodik, Mini LQ45 Futures Periodik, Japan (JP) Futures dan LQ45 Futures.

Kontrak berjangka indeks yang pertama adalah Mini LQ45 Futures. Underlying Mini LQ45 FuturesĀ  sama dengan LQ45 Futures yaitu indeks LQ45, hanya saja Mini LQ45 Futures memiliki multiplier yang lebih kecil yaitu Rp100 ribu per poin indeks. Dengan begitu, nilai transaksi, kebutuhan marjin awal, dan fee transaksinya juga lebih kecil.

Produk Mini LQ45 Futures ditujukan bagi investor pemula dan investor retail yang ingin melakukan transaksi LQ45 dengan persyaratan yang lebih kecil. Mini LQ45 dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran investor retail yang baru akan mulai melakukan transaksi di indeks LQ45. Margin awal Mini LQ45 Futures sebesar 4 persen dari nilai kontrak.

Berikutnya, LQ45 Futures Periodik, yaitu kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode Hari Bursa tertentu. LQ45 Futures Periodik memiliki underlying Indeks LQ45, dengan multiplier Rp500 ribu.Ā  Perdagangan LQ45 Futures Periodik mengatur fraksi harga 0,05 poin indeks, denganĀ  margin awal Rp3 juta/kontrak.

Sementara itu, Mini LQ45 Futures Periodik adalah kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode Hari Bursa tertentu, dengan spesifikasi yang lebih kecil dari LQ45 Futures Periodik. Perbedaan terletak pada multiplier yang lebih kecil yakni Rp100 ribu. Fraksi hargaĀ  0,05 poin indeks, danĀ  margin awal 4 persen dari nilai kontrak.

BEI juga memperdagangkan satu kontrak indeks bursa di negara lain, yakni Japan (JP) Futures. Produk ini memberikan peluang kepada investor untuk melakukan investasi secara global sekaligus memperluas rangkaian dan jangkauan produk derivatif BEI ke produk yang menjadi benchmark dunia. Dengan JP Futures memungkinkan investor menarik manfaat dari pergerakan pasar jepang sebagai pasar saham paling aktif setelah pasar AS.

Underlying Kontrak JP Futures adalah Dow Jones Japan Titan 100. BEI menetapkan multiplier Rp50 ribu per poin indeks, dengan periode Kontrak, dua kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Maret, Juni, September, dan Desember). Margin awal Kontrak JP Futures sebesar 4 persen dari nilai kontrak.

Yang terakhir adalah LQ45 Futures, Produk ini menggunakan underlying indeks LQ45. Indeks LQ45 merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham utama yang diperdagangkan di BEI.

Secara historis indeks LQ45 dikenal sebagai benchmark saham-saham di pasar modal Indonesia dan menjadi dasar yang cukup efektif dalam rangka melakukan tracking secara keseluruhan performance dari pasar saham Indonesia.

Secara kuantitatif terlihat bahwa pergerakan Indeks LQ45 memiliki keterkaitan sebesar 98,8 persen dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sehingga dapat disimpulkan bahwa pergerakan Indeks LQ45 telah mewakili pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Sehubungan dengan program aktivasi kembali pasar Derivatif, BEI hanya akan meluncurkan sebuah produk Futures yaitu LQ45 Futures. Untuk bisa bertransaksi Kontrak LQ45 Futures, investor bisa berinvestasi dengan multiplier Rp500 ribu per poin indeks, dengan periode kontrak bulanan (spot month), Kontrak Bulanan Kedua (second month), dan Kontrak Bulanan Ketiga (third month).

Di samping itu, nasabah yang ingin bertransaksi LQ45 Futures maka diperlukan margin awal sebesar sebesar 4 persen dari nilai transaksi investor. Hal ini berbeda dengan spesifikasi LQ45 Futures saat ini yang menetapkan initial margin sebesar Rp3 juta per-kontrak.

Transaksi LQ45 Futures memiliki keunikan dibandingkan dengan transaksi produk lainnya dimana pada transaksi LQ45 Futures investor diperkenankan untuk melakukan jual (Short) sama seperti melakukan beli (Ā¬Long) sehingga investor dapat meraih keuntungan pada saat harga naik maupun pada saat harga turun. Kondisi inilah yang menyebabkan produk ini sangat diminati oleh para investor.

Sebagai contoh, jika investor memprediksikan bahwa harga LQ45 Futures akan naik maka investor dapat mengambil posisi Beli (Long) dan apabila LQ45 Futures naik maka selanjutnya investor dapat mengambil keuntungan dengan mengambil posisi jual (Short).

Sebaliknya apabila investor memprediksikan bahwa harga LQ45 Futures akan turun maka investor dapat mengambil posisi jual (Short) dan apabila LQ45 Futures turun maka selanjutnya investor dapat mengambil keuntungan dengan mengembil posisi beli (Long).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini