nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaji Anda Cepat Ludes? Pelajari 10 Kesalahannya (1)

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 05 Juli 2014 15:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 07 05 320 1008661 CqYFfNy8Wu.jpg Gaji Anda cepat ludes? Pelajari 10 kesalahannya. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Berbicara gaji akan ada sejuta problematika. Salah satunya adalah "arus kas yang terlalu lancar". Yakni begitu gaji masuk di rekening, maka akan cepat "tersalurkan".

Tema klasik yang kerap dibicarakan dalam mengatasi problem tersebut adalah bagaimana mengelola keuangan yang baik agar gaji tidak cepat ludes. Sebab, fakta membuktikan, kebanyakan orang mendapatkan gaji yang "minimalis" namun diperparah dengan pengelolaan gaji yang buruk.

Setidaknya, terdapat 10 masalah penyebab gaji cepat ludes. Problematika ini penting untuk diketahui, agar Anda bisa segera menyadari kesalahan pengelolaan uang dan mencegahnya agar tidak terjadi lagi.

Berikut ini 10 kesalahan umum dalam mengelola gaji, seperti dikutip  lifespan.com Jika 10 kesalahan ini bisa dihindari, maka bisa membangun imun terhadap krisis kantong Anda.

1. Besar pasak daripada tiang alias boros

Ini adalah kesalahan dasar yang kerap dilakukan kebanyakan orang. Problemnya, bukan berapa besar gaji Anda. Tetapi, kebiasaan boros. Misalnya hangout dengan kolega, menonton bioskop sepulang kerja, makan siang di restoran mahal, window shopping.  Sekali pun gaji Anda mumpuni, namun pembiayaan kebutuhan tertier kurang bermanfaat. Utamakanlah menabung. Sebab tabungan adalah jaring pengaman di kemudian hari.

Taktik : Anda bisa menggunakan rumus hutang ada karena pengeluaran lebih banyak dari pendapatan. Sementara surplus bisa terjadi bila pengeluaran lebih kecil dari pendapatan.

2. Sembrono tak membuat bujet

Salah satu alasan utama pengeluaran yang sembrono adalah tidak adanya perhitungan anggaran. Anggaran keuangan bulanan akan sangat membantu dalam menghitung berapa banyak uang yang harus dikeluarkan. Dengan begitu keuangan akan bisa dikendalikan.

Taktik : Buatlah catatan anggaran dasar setiap bulan. Jika ada kebutuhan yang berbeda setiap bulan, bisa dibuat di kolom terpisah. Jangan lupa, dalam menyusun anggaran harus didasari oleh kebutuhan dan bukan keinginan.

3. Menyepelekan masa tua

Jangan sepelekan masa tua. Sebab, masa tua bisa didesign dengan baik bila direncanakan secara matang. Tidak ada salahnya untuk menyediakan tabungan masa tua.

Taktik : Sisihkan gaji Anda semampunya untuk tabungan masa tua. Meski alokasinya sedikit, namun kelak akan menjadi bukit.

(Bersambung)

(rhs)

Berita Terkait

Perencanaan keuangan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini