nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Manajemen Cipaganti kena Imbas Tuntutan Kasus Koperasi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 12 Juli 2014 15:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 07 12 320 1011962 j7XurAks3r.jpg Cerita Manajemen Cipaganti kena Imbas Tuntutan Kasus Koperasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Kasus penipuan bagi hasil Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP) yang menjerat tiga petinggi Cipaganti Group, membuat PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) pun terkena imbasnya. Seperti yang diketahui, kasus penipuan dan penggelapan itu merugikan dana investor hingga Rp3,2 triliun.

Corporate Secretary PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) Toto Moeljono mengungkapkan, walaupun sudah dijelaskan bahwa KCKGP dan CPGT sebagai perusahaan terbuka namun masih ada saja yang menuntut.

"Yang kami rasakan itu, kantor CPGT kamiĀ  itu kan sama-sama dengan koperasi, tiap hari dikunjungi oleh mitra, mereka pada menanyakan penyelesaian kasusnya," ucap Toto saat diskusi dengan media di Kawasan Senopati, Jakarta, Sabtu (12/7/2014).

Toto menjelaskan, kehadiran mitra ke kantor-kantor CPGT sebagai perusahaan terbuka sejak ada sidang pengadilan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)

"Betapa enggak nyamannya kantor kami yang melayani jasa travel, padahal di situ banyak customer," imbuhnya.

Tidak sampai di situ, lanjut Toto mengungkapkan pernah juga di suatu hari pool armada shuttle untuk pemberangkatan di blokir.

"Pernah juga ada datang di pool kami, ya bisa dikatakan memblokir akses kendaraan. Tapi dengan adanya penyelesaian dan komunikasi yang baik, masalaha keamanan operasional bisa dijalankan lagi," tegasnya.

Sebelumnya, Toto juga menjelaskan bedanya Koperasi Cipaganti dengan Cipaganti sebagai perusahaan terbuka adalah di badan hukumnya.

"Terus terang ini kesempatan yang baik, penjelasan disampaikan lebih detail, apa selama ini terjadi. Selama ini yang terjadi adalah dianggap CPGT terbuka dengan koperasi adalah satu kesatuan, rillnya memang betul, satu kesatuan, itu termasuk Cipaganti Grup. Tapi badan hukum beda, kita aktivitasnya beda, hal-hal yang lain juga, hanya saja permasalannya kami sebagai public company, kebetulan pengurus koperasi tersebut pengurus perseroan juga," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini