Pemerintahan Baru, Menkeu: Naikan Harga BBM

Petrus Paulus Lelyemin, Jurnalis · Rabu 23 Juli 2014 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 23 20 1017083 A3xM6gEP3B.jpg Pemerintahan Baru, Menkeu: Naikan Harga BBM (Menteri Keuangan Chatib Basri: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Chatib Basri menyambut baik tanggapan positif para pelaku ekonomi terhadap hasil pemilihan presiden (pilpres) 2014. Menurut dia, kondisi yang baik ini akan memudahkan pemerintahan baru ke depan yang nantinya hanya akan berfokus pada penguatan sisi fundamental ekonomi nasional.

Salah satu unsur fundamental yang dimaksud adalah keadaan fiskal ekonomi nasional yang masih memiliki beban subsidi yang dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Chatib memperkirakan ruang fiskal ke depannya akan semakin sempit jika pemerintah ke depannya tidak menyelesaikan persoalan subsidi dalam APBN.

"Ruang fiskal itu bisa ada kalau subsidi BBM dikurangi. Jadi kalau saya ditanya apa yang musti dilakukan, regardless pemerintahan sekarang atau depan, jawaban saya cuma satu, naikin harga BBM. Itu aja," tutur Chatib ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (23/7/2014).

Jika dimungkinkan dilakukan, lanjut Chatib, opsi menaikan harga BBM seharusnya dilakukan segera guna langka pengendalian untuk meminimalisir dampak dari kebijakan tersebut. "Kalau ada kenaikan inflasi itu bisa berpotensi membuat tekanan pada penduduk miskin meningkat berarti musti ada mitigasi," imbuhnya.

"Selalu dilematis. Dalam arti kata ini adalah kebijakan yang harus disepakati secara politik. Karena isunya bukan di lapangan teknis, teknokratis. Tapi setiap kenaikan harga BBM akan ada implikasi pada inflasi," terang Chatib.

Dia menambahkan, dampak positif lain dari kebijakan menaikan harga BBM adalah majunya proses konversi bahan sumber energi yang selama ini diupayakan pemerintah. Salah satunya adalah penggunaan sumber energi terbarukan.

"Kalau itu dilakukan semua hal itu bisa selesai, termasuk kebijakan renewable energy. Karena kalau BBM naik demand terhadap renewable energy akan naik," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini