Image

Operasional Kereta Khusus Bandara Merugi

Akbar Dongoran, Jurnalis · Rabu 06 Agustus 2014, 20:57 WIB
https img k okeinfo net content 2014 08 06 320 1021000 etT2qgvjI4 jpg Operasional Kereta Khusus Bandara Merugi (Foto:Akbar/Okezone)

MEDAN – PT Railink selaku operator kereta api khusus bandara (Airport Railink Service (ARS) dari Stasiun Besar Medan menuju Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA), mengaku pendapatan mereka dari penjualan tiket belum mampu menutupi seluruh biaya operasional ARS. Kondisi itu terjadi seiring dengan masih minimnya jumlah penumpang.

General Manager PT Railink Agus Setia Supriatna mengatakan, untuk memenuhi biaya operasional ARS secara keseluruhan, pihaknya membutuhkan okupasi sekira 70 persen dari jumlah kursi yang tersedia. Namun faktanya, saat ini tingkat okupasi masih berada di bawah 50 persen.

“Dengan 40 kali perjalanan per harinya, kursi yang tersedia sebanyak 6.880. Idealnya untuk menutupi operasional, 70 persennya bisa dijual. Tapi saat ini kita baru bisa menjual 2 ribu-3 ribu tiket perharinya,”sebut Agus, Rabu (6/8/2014).

Meski begitu Agus mengaku sejauh ini bisnis mereka masih dapat berjalan baik. Karena masih adanya pemasukan dari pengelolaan sejumlah fasilitas di stasiun ARS, di Stasiun Besar Medan.

“Memang belum menutupi, tapi dengan adanya pemasukan dari penyewaan booth promosi, serta 52 kamar hotel yang ada di stasiun besar, sejauh ini masih cukup lah,”tambahnya.

Untuk menggenjot jumlah penumpang, Agus mengaku pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah. Ia pun optimis, okupasi 70 persen itu akan dapat dicapai pada tahun ini juga.

"Kita terus melakukan promosi kepada masyarakat. Termasuk melakukan pemotongan harga tiket dalam momentum tertentu. Kita masih optimis lah mampu menggenjot jumlah penumpang sesuai target,"tutupnya.

ARS Bandara Kuala Namun ini sendiri merupakan pilot project moda transportasi kereta api khusus bandara, yang dikembangkan PT Kereta Api Indonesia. Rencananya layanan serupa juga akan direalisasikan di Bandara Soekarno-Hatta pada 2016 mendatang.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini