Share

Semester I-2014, Laba Bersih Indocement Cuma Naik 2%

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 08 Agustus 2014 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 08 278 1022005 1IH4B6cYUK.jpg Ilustrasi pendapatan. (Foto: Shuttershock)

JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat volume penjualan domestik sebesar 8,97 juta ton pada semester I-2014. Angka ini naik 3 persen dibandingkan dengan penjualan di periode yang sama pada tahun 2013 sebesar 8,73 juta ton.

"Pertumbuhan penjualan ini lebih lambat sedikit dari permintaan semen domestik nasional yang meningkat sebesar 4 persen," ungkap President Director INTP, Christian Kartawijaya dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Dia menambahkan, hal ini membuat pangsa pasar INTP menurun dari 30,9 persen di semester I tahun 2013 menjadi 30,5 persen di semester I 2014. Selain itu, INTP juga mencatatkan volume penjualan semen ekspor lebih tinggi 7 persen menjadi 36 ribu ton di semester I 2014, dari 34 ribu ton di semester I 2013.

Sedangkan ekspor klinker lebih rendah sebesar 85 persen dari 44 ribu ton menjadi 7 ribu ton di semester I 2014. "Total volume penjualan kami pada semester pertama tahun ini hanya meningkat sebesar 2 persen menjadi 9,01 juta ton, sementara di semester I tahun 2013 yang sebesar 8,8 juta ton," imbuhnya.

Lanjut Christian mengungkapkan, pertumbuhan hasil keuangan Indocement juga stabil. Di semester I 2014, INTP mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 9,49 triliun atau naik 6,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 8,91 triliun.

Menurut dia, hal ini didukung oleh harga penjualan domestik yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,5 persen. Sedangkan total laba komprehensif Indocement di semester I-2014 tumbuh stabil sebesar 2 persen menjadi Rp2,49 triliun dibanding periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp2,43 triliun.

Dengan demikian, pendapatan komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh 2 persen dari Rp2,43 triliun menjadi Rp2,49 trilun di semester pertama I-2014.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini