Perbedaan Uang NKRI, Dilihat dari Filosofinya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 18 Agustus 2014 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 18 457 1026218 BYrJS7sYhC.jpg Perbedaan Uang NKRI, Dilihat dari Filosofinya (Chatib Basri: Setkab)

JAKARTA - Indonesia akhirnya memiliki uang baru yakni uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pecahan Rp100.000 Tahun Emisi 2014. Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menyebut uang NKRI ini memiliki beberapa filosofi.

"Apa yang membuat mata uang NKRI pecahan Rp100.000 ini berbeda? Banyak yang bertanya kepada saya, sepintas memang ini bersifat seremonial, tapi ada filosofinya," ucap Chatib di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Chatib menjelaskan, filosofi yang pertama adalah bahwa uang yang diedarkan selama ini tidak ada frase Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun dengan undang-undang nomor 7 Tahun 2011 atau undang-undang mata uang ini, akhirnya pemerintah dan BI menerbitkan pecahan Rp100.000 ini sebagai uang NKRI.

"Bukan berarti BI selama ini bukan bagian NKRI, tapi ini mempertegas bahwa uang ini uang Indonesia. Sudah disampaikan bahwa cirinya adalah ada gambar burung Garuda, frase NKRI, ada lambang BI, lalu ditandatanganin oleh Gubernur BI dan Menkeu dan ini simbol dari pemerintah diwakili Menkeu dan BI, oleh karena itu kemarin ditandai beredarnya dari uang NKRI Rp100.000 tahun emisi 2014," lanjutnya.

Terlebih dari itu, lanjut Chatib mengungkapkan dengan terbitnya uang NKRI ini merupakan kedaulatan negara Indonesia.

"Intinya dengan diberlakukannya uang NKRI ini adalah momentum bagus, untuk menjalankan amanat undang-undang nomor 7 tahun 2011 yakni kedaulatan menggunakan mata uang Rupiah. Ini sangat baik digunakan," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini