Pemerintah Kini Ikut Awasi Peredaran Uang NKRI

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Senin 18 Agustus 2014 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 18 457 1026306 SoqInUO4ZA.jpg Uang NKRI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hari ini Bank Indonesia resmi meluncurkan Uang pecahan Rp100.000 tahun emisi 2014. Dalam uang baru tersebut ada dua tanda tangan, yakni Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan.

Kepala Divisi Kebijakan dan Pengembangan Sistem Pembayaran BI, Yura A Djalins, mengatakan dengan dicetaknya uang baru bukan berarti bertentangan dengan program less cash society yang dicanangkan oleh BI.

"Selama ini dalam uang hanya ada tanda tangan BI, padahal uang itu ada tanggung jawab pemerintah. Jadi bukan cuma tanggung jawab BI tapi juga pemerintah maka pada uang yang baru akan ada tulisan negara kesatuan republik Indonesia dan tanda tangan Menteri Keuangan," ungkapnya saat ditemui di Gandaria City, Senin (18/8/2014).

Menurutnya BI masih pada kebijakannya untuk mengurangi peredaran uang cash."BI mengeluarkan biaya Rp3 triliun per tahun mulai dari mencetak sampai distribusi," jelasnya.

Selain itu, dengan uang cash memungkinkan untuk kejahatan pencucian uang, terorisme karena transaksi tidak tercatat. Untuk itu BI akan terus menyosialisasikan Gerakan Nasional non-tunai.

Sebagai informasi, sesuai amanat Undang-Undang No.7 tahun 2011 mengenai mata uang, BI mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 16/13/PBI/2014 pada tanggal 24 Juli 2014 tentang pengeluaran dan pengedaran uang rupiah kertas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2014.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini