BI Jual Uang NKRI Bersambung untuk Kolektor

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 18 Agustus 2014 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 18 457 1026341 TaUS68pqTv.jpg BI Jual Uang NKRI Bersambung untuk Kolektor. (Ilustrasi foto: Okezone)

JAKARTA - Selain menerbitkan dan meresmikan mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bank Indonesia (BI) juga meluncurkan kertas uang bersambung atau uncut bank notes.

"Untuk memperingati peluncuran dan peredaran uang,  BI luncurkan uang kertas bersambung, sebagaimana lazimnya dalam peluncuran uang semuanya," ucap Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok Antonius Siahaan di Gedung BI, Jakarta, Senin (18/8/2014)..

Lambok mengungkapkan, nilai uang bersambung ini memiliki nilai nominal pecahan Rp 100.000 Tahun Emisi 2014. Namun untuk harga yang ditawarkan lebih tinggi dari nominalnya.

Menurut Lambok, uang bersambung ini dicetak dalam tiga jenis yakni dua lembaran, lima lembaran, dan 45 lembaran pecahan Rp 100.000.

"Untuk uang dua lembaran Rp100.000 dicetak sebanyak 5.000 lembar dengan nilai nomimal per lembaran Rp200.000. Sedangkan harga jual per lembarnya Rp500.000," papanya.

Untuk lima lembaran dicetak sebanyak 5.000 lembar dengan nilai nominal per lembarnya sekira Rp400.000 dan harga jualnya per lembar Rp1 juta.

"Sedangkan dengan jumlah lembaran 45 dicetak sebanyak 100 lembar dengan nominal per lembarnya Rp4,5 juta dan harga jual per lembarnya Rp 10 juta," paparnya.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas menambahkan, uang bersambung ini dicetak untuk memenuhi kebutuhan kolektor dan sifatnya kenang-kenangan. "Uncut itu kan ketika dicetak satu lembar gede. Nanti ada yang dipotong jadi empat, ada yang dua. Itu kayak kenang-kenangan," paparnya.

Ronald mengungkapkan, mahalnya harga jual uang bersambung ini dikarenakan uang ini hanya untuk kolektor. "Terbatas cetaknya dan kita jual, harga jual lebih mahal karena untuk kolektor. Seri sebelumnya tiap keluar Tahun Emisi (TE) baru ada uncut. Tujuannya untuk mendorong koleksi uang di Indonesia. Ada orang-orang yang selalu ngumpulin uang," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini